55 NEWS – Di tengah badai ekonomi global yang tak menentu, Grab Indonesia menggelar Grab Business Forum 2025 dengan tema "Beyond Bolder: Navigating Changes, Driving Growth". Forum yang dihadiri hampir 1.400 peserta dari lebih dari 800 perusahaan ini menjadi ajang berbagi strategi jitu menghadapi tantangan bisnis terkini. Acara yang berlangsung di Hotel Fairmont Jakarta ini menghadirkan pembicara-pembicara ternama, termasuk ekonom senior dan mantan Menteri Keuangan RI, Chatib Basri, serta Dr. Riyatno, Deputi Kementerian Investasi RI.

Related Post
Kedua tokoh tersebut memberikan pandangan mendalam mengenai arah kebijakan ekonomi, prospek investasi, dan kunci keberhasilan dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Mereka menekankan pentingnya ketahanan bisnis dan adaptasi yang cepat terhadap perubahan. Chatib Basri bahkan menganalogikan ketahanan bisnis seperti pembalap MotoGP yang mampu bangkit setelah terjatuh berkali-kali.

Grab sendiri turut menyoroti peran teknologi sebagai solusi atas kompleksitas tantangan bisnis. Roy Nugroho, Director of Grab For Business, menjelaskan bagaimana solusi B2B mereka dirancang untuk menyederhanakan operasional perusahaan. Melinda Savitri, Country Marketing Head Grab Indonesia, menambahkan bahwa perusahaan dapat memanfaatkan ekosistem Grab dan OVO untuk meningkatkan visibilitas melalui kampanye terintegrasi, termasuk lewat GrabAds. Inovasi teknologi Grab lainnya yang diperkenalkan adalah GrabMaps, teknologi berbasis AI yang mampu memvalidasi rute secara otomatis dan real-time, solusi efisien bagi tantangan logistik.
Sesi diskusi panel yang menghadirkan tokoh industri seperti Didiek Hartantyo (Dirut PT KAI), Salman Subakat (CEO PT Paragon), dan Rian Kaslan (Direktur BNI) semakin memperkaya forum ini. Mereka berbagi pengalaman berharga dalam menghadapi digitalisasi dan perubahan pasar yang cepat.
Laporan World Economic Outlook 2025 dari IMF memprediksi perlambatan pertumbuhan ekonomi global menjadi 2,8%. Namun, Indonesia tetap menunjukkan ketahanan dengan pertumbuhan ekonomi triwulan I 2025 mencapai 4,87% (data BPS). Dr. Riyatno menambahkan bahwa investasi berkontribusi 29,15% terhadap pertumbuhan ekonomi 2024, dan sektor digital diproyeksikan menjadi penggerak utama dengan nilai mencapai USD 130 miliar. Chatib Basri menambahkan bahwa Indonesia relatif menarik di tengah gejolak global karena ketergantungan ekspor yang rendah dan stabilitas pasar domestik.
Neneng Goenadi, Country Managing Director Grab Indonesia, menegaskan pentingnya inovasi dan adaptasi dalam membangun bisnis berkelanjutan. Grab Business Forum, menurutnya, menjadi wadah kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem bisnis melalui pemanfaatan teknologi dan data. Grab For Business sendiri kini telah digunakan oleh puluhan ribu perusahaan di Indonesia, mulai dari UMKM hingga korporasi besar, membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar