55 NEWS – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) baru saja mengukir babak baru dalam sejarah pasar modal Indonesia, berhasil menembus level psikologis krusial 9.000. Prestasi gemilang ini turut mendongkrak kapitalisasi pasar hingga mencapai angka fantastis Rp16.301 triliun, menandai periode euforia di kalangan investor dan menyoroti dinamisme bursa efek domestik.

Related Post
Data perdagangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode 5 hingga 9 Januari 2026 secara jelas menunjukkan tren penguatan yang signifikan. Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, mengonfirmasi bahwa IHSG menutup pekan ini dengan kenaikan impresif 2,16 persen, bertengger di level 8.936,754. Angka ini melonjak tajam dari posisi 8.748,132 pada penutupan pekan sebelumnya.

Kautsar menjelaskan lebih lanjut bahwa pada Rabu (7/1), IHSG berhasil mencatatkan rekor penutupan tertinggi sepanjang masa di level 8.944,813. Puncaknya, pada Kamis (8/1), indeks kebanggaan ini bahkan sempat menyentuh level 9.002,92 secara intraday, melampaui batas psikologis 9.000 untuk pertama kalinya. Sebuah pencapaian yang disambut antusias oleh pelaku pasar, mengindikasikan kepercayaan yang kuat terhadap fundamental ekonomi.
Penguatan performa indeks ini tidak lepas dari antusiasme pasar yang luar biasa, tercermin dari lonjakan aktivitas transaksi. Rata-rata volume transaksi harian di Bursa melonjak drastis sebesar 48,08 persen, mencapai 61,78 miliar lembar saham per hari. Sejalan dengan peningkatan likuiditas tersebut, rata-rata nilai transaksi harian BEI juga ikut meroket 44,68 persen, menembus angka Rp31,45 triliun setiap harinya. Pencapaian ini mengukuhkan posisi pasar modal Indonesia sebagai salah satu yang paling aktif dan menarik di kawasan.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar