55 NEWS – Pemerintah Indonesia tengah bersiap melakukan transformasi besar dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui pemanfaatan teknologi digital canggih. Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan bahwa sistem pendataan ulang penerima bansos akan menggunakan teknologi face recognition (pengenalan wajah) dan biometrik. Langkah ini diambil untuk memastikan bansos dan transfer tunai tepat sasaran, meminimalisir kesalahan, dan membuka ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif.

Related Post
Platform GovTech, yang menjadi tulang punggung sistem ini, akan diuji coba pertama kali di Kabupaten Banyuwangi pada September 2025. Luhut berharap Presiden Prabowo Subianto dapat hadir dalam peluncuran uji coba tersebut. Jika uji coba berjalan sukses, pemerintah menargetkan peluncuran sistem secara nasional pada tahun 2026.

"Ya GovTech ini tadi sudah dilaporkan Presiden, piloting-nya nanti ada di Banyuwangi dan semua sudah disiapkan secara final. Bulan September nanti kita cari tanggal berapa, mungkin akhir September Presiden hadir. Kalau itu semua berjalan baik, 2026 akan kita launching secara nasional," ujar Luhut di Istana Negara Jakarta, Rabu (27/8/2025).
Salah satu fitur penting dari sistem ini adalah kemudahan bagi masyarakat untuk melaporkan diri jika merasa berhak menerima bansos namun belum terdata. Pendataan ulang berbasis biometrik diharapkan dapat mengurangi potensi kesalahan dalam proses verifikasi penerima. Dengan sistem ini, diharapkan penyaluran bansos menjadi lebih transparan, akuntabel, dan efektif. Masyarakat yang sebelumnya kesulitan mengakses informasi atau mengajukan keluhan, kini memiliki saluran yang lebih mudah dan responsif. Pemerintah berharap inovasi ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan secara signifikan.
"Jadi nanti kalau masyarakat misalnya bansos tidak dapat, bisa lapor. Akan dilakukan pendataan ulang lagi, face recognition atau biometrik, sehingga kesalahan untuk target bansos maupun cash transfer akan sangat kecil," katanya.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar