Revolusi Pertanian Dimulai! 33 Balai Besar Baru Siap Ubah Wajah Pangan Nasional, Ini Detailnya!

Revolusi Pertanian Dimulai! 33 Balai Besar Baru Siap Ubah Wajah Pangan Nasional, Ini Detailnya!

55 NEWS – Kementerian Pertanian (Kementan) secara agresif meluncurkan inisiatif monumental dengan mendirikan 33 Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian. Fasilitas strategis ini akan tersebar di 33 provinsi di seluruh Indonesia, menandai babak baru dalam upaya peningkatan ketahanan pangan nasional yang diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 39 Tahun 2025. Langkah ini dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk menggenjot produktivitas dan efisiensi sektor pertanian Tanah Air.

COLLABMEDIANET

Menurut Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Fadjry Djufry, pembentukan Balai Besar ini bukan sekadar ekspansi fisik, melainkan sebuah instrumen vital untuk menghadirkan pendampingan teknologi pertanian secara langsung di tingkat daerah. Tujuannya jelas: mendukung pencapaian swasembada pangan berkelanjutan yang menjadi pilar fundamental ekonomi agraris Indonesia. Fadjry menjelaskan, Balai Besar ini akan beroperasi di bawah koordinasi BRMP, sebuah entitas yang memang memiliki mandat krusial dalam mengkoordinasikan dan melaksanakan penerapan hasil perakitan serta perekayasaan paket teknologi spesifik lokasi, sekaligus mendorong modernisasi pertanian secara menyeluruh.

Revolusi Pertanian Dimulai! 33 Balai Besar Baru Siap Ubah Wajah Pangan Nasional, Ini Detailnya!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Dalam keterangannya kepada 55tv.co.id, Fadjry menegaskan, "Dengan jaringan kerja yang menjangkau dari pusat hingga daerah, BRMP memainkan peran sentral dalam mengakselerasi modernisasi sektor pertanian. Ini dilakukan melalui pengembangan inovasi teknologi mutakhir, penerapan standar mutu yang ketat, dan peningkatan kapasitas kelembagaan para pelaku di lapangan." Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen Kementan untuk tidak hanya menyediakan teknologi, tetapi juga memastikan adopsi dan keberlanjutannya demi peningkatan daya saing pertanian.

Lebih lanjut, Fadjry merinci fungsi operasional Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian. Unit-unit ini akan aktif dalam mengidentifikasi dan memverifikasi kebutuhan teknologi yang relevan dengan kondisi lokal, melakukan perekayasaan dan pengujian, mendiseminasikan, serta menerapkan paket teknologi spesifik lokasi. Tak hanya itu, mereka juga akan menjadi garda terdepan dalam pengembangan model pertanian modern. Sebuah aspek krusial lainnya adalah kemampuan Balai Besar ini untuk memproduksi benih atau bibit sumber yang unggul dan telah tersertifikasi. Langkah ini diharapkan mampu menjadi katalisator signifikan bagi peningkatan produktivitas pertanian nasional, sekaligus memperkuat fondasi swasembada pangan yang berkelanjutan dan berdaya saing di kancah global.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar