55 NEWS – PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) kembali menunjukkan taringnya dalam menopang pilar ekonomi nasional. Hingga Februari 2026, total volume penjaminan yang disalurkan perusahaan ini telah menembus angka impresif Rp27,68 triliun. Angka fantastis ini tidak hanya menjangkau 403.986 debitur dari sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), namun juga berhasil menyerap tenaga kerja hingga 1,83 juta orang, sebuah kontribusi vital dalam menjaga denyut nadi perekonomian Indonesia.

Related Post
Abdul Bari, selaku Plt Direktur Utama Jamkrindo, menegaskan bahwa pencapaian monumental ini adalah bukti konkret komitmen perusahaan dalam memperluas akses pembiayaan bagi para pelaku usaha, khususnya di segmen UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi. "Kinerja penjaminan kami hingga Februari 2026 secara jelas merefleksikan dedikasi Jamkrindo untuk membuka lebih banyak pintu pembiayaan bagi UMKM. Kami berharap, melalui layanan penjaminan yang kami hadirkan, roda bisnis dapat berputar lebih kencang, sekaligus membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat luas," ungkap Abdul Bari, dalam keterangan resminya kepada 55tv.co.id pada Selasa (17/3/2026).

Tidak berhenti pada angka-angka penjaminan semata, Jamkrindo juga secara proaktif melancarkan berbagai inisiatif strategis guna mengerek kualitas layanan kepada mitra lembaga keuangan dan para pelaku usaha. Upaya ini mencakup penguatan fundamental proses bisnis, peningkatan kapasitas layanan penjaminan yang adaptif, serta akselerasi pemanfaatan teknologi digital. Langkah-langkah ini krusial untuk memastikan efisiensi operasional dan kecepatan respons dalam melayani kebutuhan pasar yang dinamis.
Di ranah tata kelola perusahaan, Jamkrindo tak henti-hentinya memperkokoh fondasi manajemen risiko, memastikan kepatuhan terhadap regulasi, dan mengimplementasikan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) secara konsisten. Komitmen ini esensial untuk menjamin bahwa setiap aktivitas perusahaan berlangsung dalam koridor transparansi, akuntabilitas, dan integritas yang tinggi.
Abdul Bari kembali menegaskan, "Kami tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan volume bisnis. Peningkatan kualitas layanan dan penguatan tata kelola perusahaan adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Hal ini memastikan bahwa setiap layanan penjaminan yang kami berikan tidak hanya menciptakan nilai ekonomi yang signifikan, tetapi juga dikelola dengan standar profesionalisme dan keberlanjutan yang tinggi, demi kepercayaan publik dan ekosistem bisnis," pungkasnya.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar