55 NEWS – Lanskap pembayaran digital Indonesia berpotensi mengalami transformasi signifikan. Bank Indonesia (BI) mengindikasikan adanya sinyal positif dari raksasa teknologi global, Apple Inc., terkait pembukaan akses Near Field Communication (NFC) pada perangkat iPhone untuk mendukung layanan QRIS Tap. Perkembangan ini, jika terwujud, diprediksi akan memperluas jangkauan ekosistem pembayaran non-tunai dan mendorong inklusi keuangan di Tanah Air.

Related Post
Selama ini, pengguna iPhone di Indonesia memang belum dapat menikmati kemudahan transaksi QRIS dengan metode sentuhan atau ‘tap’. Hal ini disebabkan oleh kebijakan eksklusif Apple yang membatasi penggunaan fitur NFC pada perangkatnya hanya untuk layanan Apple Pay. Kondisi ini menjadi hambatan bagi jutaan pengguna iPhone yang ingin memanfaatkan kepraktisan QRIS Tap dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.

Menanggapi dinamika ini, Anggota Dewan Gubernur (ADG) BI, Filianingsih Hendarta, dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta pada Kamis (19/2/2026), meminta kesabaran dari para pengguna QRIS. "Pengguna QRIS mohon bersabar untuk iPhone karena saat ini memang Apple belum membuka fitur NFC-nya. Dia (Apple) hanya membuka untuk Apple Pay," jelas Filianingsih, menegaskan posisi saat ini. Namun, ia menambahkan bahwa pihak Apple, baik di kantor pusat Amerika Serikat maupun perwakilan di Indonesia, telah menunjukkan minat serius untuk mengintegrasikan layanan tersebut. Langkah ini sejalan dengan preseden yang telah terjadi di Uni Eropa, di mana Apple sebelumnya juga membuka akses NFC untuk pihak ketiga setelah adanya regulasi yang mendorong persaingan sehat.
Di tengah proses negosiasi strategis dengan Apple, Filianingsih, yang juga menjabat sebagai Deputi Gubernur BI, menyoroti akselerasi penggunaan QRIS Tap di pasar domestik. Tren pertumbuhan ini sangat impresif, didorong oleh sektor-sektor vital seperti transportasi, perhotelan, dan restoran. Data terkini menunjukkan bahwa volume transaksi via QRIS Tap melonjak signifikan sebesar 7,9 persen secara bulanan (month-to-month/mtm), dengan frekuensi transaksi menembus angka 475.000 kali. Angka ini menggarisbawahi potensi pasar yang besar dan kebutuhan akan solusi pembayaran yang lebih inklusif.
Integrasi QRIS Tap pada perangkat iPhone tidak hanya akan memperkaya opsi pembayaran bagi jutaan penggunanya, tetapi juga berpotensi memberikan dorongan signifikan bagi ekonomi digital Indonesia. Dengan semakin luasnya adopsi, efisiensi transaksi akan meningkat, biaya operasional dapat ditekan, dan data transaksi yang lebih kaya akan tersedia untuk analisis kebijakan ekonomi. Meskipun demikian, para pelaku pasar dan konsumen diharapkan tetap bersabar menanti pengumuman resmi dari kedua belah pihak terkait jadwal implementasi fitur krusial ini. Potensi revolusi pembayaran digital di genggaman pengguna iPhone kini terasa semakin dekat.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar