55 NEWS – Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan pertama hari ini, Selasa (31/3/2026), dengan performa yang kurang menggembirakan. Indeks acuan bursa tersebut tercatat merosot 0,53%, menutup paruh pertama hari di level 7.053.

Related Post
Pergerakan IHSG sepanjang pagi menunjukkan volatilitas yang cukup kentara. Setelah sempat dibuka menguat pada level 7.122 dan mencapai puncaknya di 7.155, tekanan jual yang signifikan kemudian menyeret indeks ke titik terendah 7.050 sebelum stabil di penutupan sesi I.

Data perdagangan hingga tengah hari menunjukkan aktivitas yang cukup ramai di lantai bursa. Volume transaksi saham mencapai 14,5 miliar lembar, dengan total nilai transaksi yang berhasil dibukukan sebesar Rp7,4 triliun. Frekuensi perdagangan juga tercatat tinggi, menembus angka 1 juta kali. Sementara itu, kapitalisasi pasar dari saham-saham yang diperdagangkan mencapai Rp12,4 triliun.
Distribusi pergerakan saham menunjukkan dominasi sentimen negatif. Sebanyak 403 emiten mengalami koreksi harga, berbanding 282 emiten yang berhasil menguat. Sementara itu, 273 saham lainnya terpantau tidak bergerak atau stagnan.
Penurunan IHSG pada sesi ini disinyalir tidak lepas dari tekanan yang melanda beberapa sektor vital, khususnya energi dan transportasi, sebagaimana tercermin dari pergerakan indeks sektoral yang cenderung merah. Meskipun detail pemicu spesifik belum sepenuhnya terungkap, sentimen pasar global dan domestik yang kurang kondusif kerap menjadi faktor utama di balik koreksi seperti ini.
Di sisi lain, beberapa saham berhasil mencatatkan kinerja cemerlang dan menjadi motor penggerak top gainers. Pool Advista Finance (POLA) memimpin dengan lonjakan 27,59%. Kemudian diikuti oleh Saraswanti Indoland Development (SWID) yang melesat 22,83%, Dafam Property Indonesia dengan kenaikan 22,22%, Maja Agung Latexindo (SURI) yang menguat 20,34%, serta Madusari Murni Indah (MOLI) dengan apresiasi 20,18%.
Namun, daftar top losers juga menunjukkan tekanan jual yang signifikan. Equity Development Investment (GSMF) menjadi yang teratas dengan pelemahan 14,88%. Disusul oleh Nusantara Almazia (NZIA) yang terkoreksi 14,62%, Kian Santang Muliatama (RGAS) anjlok 14,55%, Remala Abadi (DATA) merosot 14,16%, dan Pinnacle Persada Investama (XPLQ) yang terdepresiasi 12,96%.
Investor diharapkan tetap waspada dan mencermati perkembangan pasar di sesi kedua, mengingat volatilitas masih membayangi dan sentimen pasar dapat berubah sewaktu-waktu.
Editor: Akbar soaks


Tinggalkan komentar