Skandal Beras Impor Ilegal Guncang RI! Mentan Amran Murka, Ada Apa dengan Sabang?

Skandal Beras Impor Ilegal Guncang RI! Mentan Amran Murka, Ada Apa dengan Sabang?

55 NEWS – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman dibuat geram dengan temuan impor ilegal beras sebanyak 250 ton asal Thailand yang masuk ke Indonesia melalui Sabang, Aceh. Kasus ini mencoreng upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

COLLABMEDIANET

Amran mengungkapkan, informasi mengenai masuknya beras ilegal ini diterima pada hari Minggu (23/11/2025) sekitar pukul 14.00 WIB. Tanpa menunda, ia langsung memerintahkan penyegelan terhadap seluruh beras impor ilegal tersebut.

 Skandal Beras Impor Ilegal Guncang RI! Mentan Amran Murka, Ada Apa dengan Sabang?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Kami terima laporan tadi sekitar jam dua, bahwasanya ada beras masuk di Sabang. Itu 250 ton tanpa izin dari pusat, tanpa persetujuan pusat," tegas Amran dalam konferensi pers di Kalibata 10, Jakarta Selatan.

Mentan memastikan bahwa beras ilegal tersebut telah disegel dan tidak akan didistribusikan ke masyarakat. Investigasi lebih lanjut mengungkap adanya kejanggalan dalam proses perizinan impor beras ini.

Menurut Amran, rapat pembahasan impor beras telah dilakukan pada 14 November lalu di Jakarta. Namun, hasil rapat menunjukkan penolakan terhadap impor beras tersebut. Anehnya, izin impor dari Thailand justru sudah terbit sebelum rapat tersebut dilaksanakan.

"Kami tanya Dirjen, kami tanya Deputi, Bapanas, ‘apakah Anda menyetujui?’ Ternyata dalam risalahnya menolak, tapi tetap dilakukan," ungkap Amran. "Yang kedua, rapatnya tanggal 14 di Jakarta, tetapi izinnya dari Thailand sudah keluar. Berarti ini sudah direncanakan," imbuhnya dengan nada geram.

Kasus ini memunculkan pertanyaan besar mengenai adanya praktik terencana dalam memasukkan beras impor ilegal ke Indonesia. Pemerintah berjanji akan mengusut tuntas kasus ini dan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar