55 NEWS – Empat operator Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta secara resmi telah menyetujui pembelian impor Bahan Bakar Minyak (BBM) melalui PT Pertamina Patra Niaga. Langkah ini diambil untuk mengamankan pasokan BBM hingga akhir tahun 2025.

Related Post
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengungkapkan bahwa BP-AKR telah menerima dua kargo impor dan sedang dalam proses pengiriman kargo ketiga. Sementara itu, Vivo dan Shell telah mencapai kesepakatan kontrak pembelian BBM dengan Pertamina. Exxon, di sisi lain, memutuskan untuk tidak melakukan impor melalui Pertamina karena stok BBM mereka masih mencukupi hingga akhir tahun.

"Yang swasta sudah aman, jadi pada saat ini BP AKR sudah 2 kargo menjelang 3 kargo, Vivo sudah, kemudian Shell sudah final negosiasi, Exxon mereka masih punya cadangan," ujar Laode saat ditemui di Kompleks DPR RI Jakarta, Senin (24/11/2025).
Laode menambahkan bahwa kargo pengiriman BBM untuk Shell saat ini sedang dalam tahap persiapan pengisian sebelum dikirimkan ke Indonesia. Meskipun jumlah impor yang dilakukan oleh Shell belum dirinci, dipastikan bahwa volume tersebut akan cukup untuk memenuhi kebutuhan stok hingga akhir tahun 2025.
"Shell sudah negosiasi final, dalam waktu dekat, informasi yang ada kargo dalam persiapan bergerak dari tempat pengisian. Keempat SPBU sudah oke (impor lewat Pertamina), yang tidak negosiasi mereka stok nya masih ada," lanjutnya.
Keputusan SPBU swasta untuk mengimpor BBM melalui Pertamina menunjukkan ketergantungan mereka pada pasokan dari perusahaan BUMN tersebut. Hal ini juga mengindikasikan bahwa Pertamina masih memegang peranan penting dalam menjaga stabilitas pasokan BBM di Indonesia.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar