55 NEWS – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, baru-baru ini mengumpulkan seluruh ketua umum Kadin provinsi di kediaman pribadinya di Jakarta Pusat, pada Jumat (27/2/2026) sore. Pertemuan strategis ini berlangsung tak lama setelah kepulangan Anindya dari rangkaian diplomasi ekonomi intensif bersama pemerintah dan delegasi pengusaha ke Amerika Serikat pekan lalu, menandai babak baru dalam upaya akselerasi ekonomi nasional.

Related Post
Dalam pertemuan tersebut, Anindya Bakrie secara tegas menggarisbawahi urgensi akselerasi berbagai inisiatif yang digerakkan oleh para pelaku usaha, khususnya di tingkat daerah. Ia menekankan pentingnya memaksimalkan keunggulan kompetitif unik yang dimiliki oleh masing-masing wilayah guna memberikan kontribusi signifikan terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kami mengundang seluruh ketua umum Kadin provinsi untuk hadir, agar kami bisa melihat bagaimana menggiatkan perekonomian sampai ke daerah. Kami ketahui, target pertumbuhan ekonomi kita harus terus meningkat," ujar Anindya, seperti dikutip oleh 55tv.co.id, saat ditemui di kediamannya.
Fokus pembahasan turut menyentuh potensi ekonomi domestik yang masif dari program-program unggulan pemerintahan mendatang, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih. Anindya menegaskan bahwa upaya memacu roda perekonomian harus berjalan selaras dengan peningkatan capaian investasi yang masuk serta seberapa besar lapangan kerja baru yang berhasil diciptakan di seluruh pelosok negeri.
Secara khusus, program MBG menjadi sorotan utama. Anindya menekankan perlunya kajian mendalam yang komprehensif, dengan masukan berharga dari jajaran Kadin dan mitra strategis di masing-masing daerah. Harapannya, program ini dapat secara konsisten memberikan efek ganda (multiplier effect) yang kuat bagi perekonomian lokal.
Menindaklanjuti hal tersebut, Kadin Indonesia dalam waktu dekat akan meluncurkan sebuah kajian inovatif bernama ‘MBGnomics’. "MBGnomics ini akan menganalisis bagaimana MBG tidak hanya membantu generasi berikutnya – sekitar 80 juta anak-anak dan ibu menyusui – tetapi juga menumbuhkan pengusaha-pengusaha di daerah yang sukses di bidang bahan baku, rantai pasok, ekosistem pendukung, dan sektor terkait lainnya," jelas Anindya. Pengembangan ekosistem lokal ini, lanjutnya, juga akan menjadi fondasi kuat bagi produk-produk Indonesia untuk menembus pasar internasional, termasuk memanfaatkan peluang ekspor yang terbuka lebar pasca-diplomasi di Amerika Serikat.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar