55 NEWS – Jakarta – Gelombang reformasi di sektor pertanian terus bergulir. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dengan tegas menyatakan perang terhadap praktik mafia pupuk yang merugikan petani. Dalam langkah berani yang mengejutkan banyak pihak, Amran telah memberhentikan 192 pejabat di lingkungan Kementerian Pertanian dan mencabut 2.300 izin usaha yang terbukti bermain-main dengan harga pupuk di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Related Post
Ketegasan ini disampaikan Mentan Amran di hadapan Presiden Prabowo Subianto saat acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Rabu (7/1/2026). Amran menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi pihak-pihak yang mempermainkan komoditas vital ini, yang secara langsung berdampak pada biaya produksi dan kesejahteraan petani. "Pupuk kadang kami disampaikan kejam," ujar Amran, merujuk pada kebijakan pencabutan izin. "Karena itu, izin dicabut 2.300 di seluruh Indonesia. Kita cabut izinnya begitu harga naik dari HET. Ada yang main-main, kita cabut izinnya hari itu juga," tegasnya, dikutip dari 55tv.co.id.

Langkah drastis ini merupakan bagian dari upaya bersih-bersih internal dan eksternal Kementerian Pertanian. Melalui koordinasi intensif dengan Kejaksaan Agung dan Kepolisian Republik Indonesia, sebanyak 76 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus permainan harga pupuk ini. Yang lebih mencengangkan, dari internal Kementan sendiri, 192 pejabat telah dicopot dan diberhentikan dalam kurun waktu satu tahun terakhir. "Kalau kami tidak melakukan perombakan selama lima tahun, barangkali bisa mencapai 1.000 orang," ungkap Amran, mengindikasikan skala masalah yang jauh lebih besar jika tidak ditangani dengan serius.
Presiden Prabowo Subianto sendiri turut hadir dalam kegiatan panen raya sekaligus deklarasi swasembada pangan di Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Setibanya di lokasi, Presiden Prabowo langsung meninjau sejumlah stan pangan, bahkan sempat mencoba buah menyerupai melon dan produk susu kemasan yang disajikan, menunjukkan dukungan penuh terhadap sektor pangan nasional dan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga komoditas strategis.
Kebijakan tegas Mentan Amran ini diharapkan dapat memberikan efek jera dan memastikan ketersediaan serta stabilitas harga pupuk bagi para petani, yang merupakan tulang punggung ketahanan pangan bangsa. Langkah ini juga menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak akan berkompromi dengan praktik-praktik yang merugikan rakyat dan menghambat pencapaian swasembada pangan.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar