TERBARU! Transjakarta Ambil Langkah Strategis di Bulan Ramadan: Berbuka Puasa di Bus Diperbolehkan, Namun Ada Batasan Waktu Krusial yang Wajib Diketahui Pengguna! Ini Potensi Dampak Ekonominya Bagi Mobilitas Ibu Kota.

TERBARU! Transjakarta Ambil Langkah Strategis di Bulan Ramadan: Berbuka Puasa di Bus Diperbolehkan, Namun Ada Batasan Waktu Krusial yang Wajib Diketahui Pengguna! Ini Potensi Dampak Ekonominya Bagi Mobilitas Ibu Kota.

55 NEWS – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengumumkan kebijakan baru yang akan sangat relevan bagi jutaan komuter di Ibu Kota selama bulan suci Ramadan. Dalam upaya meningkatkan kenyamanan dan mendukung kelancaran ibadah puasa, Transjakarta kini secara resmi memperbolehkan penumpang untuk berbuka puasa di dalam bus. Langkah ini dipandang sebagai respons adaptif terhadap dinamika mobilitas perkotaan, terutama saat jam-jam sibuk menjelang Magrib, yang kerap menjadi tantangan bagi para pekerja dan pelaku ekonomi yang masih dalam perjalanan.

COLLABMEDIANET

Ayu Wardhani, Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, menjelaskan bahwa kebijakan ini adalah wujud kepedulian perusahaan terhadap kebutuhan pelanggan. "Kami memahami bahwa banyak pelanggan kami masih dalam perjalanan saat waktu berbuka tiba. Oleh karena itu, kami ingin memastikan mereka tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman dan tenang," ujar Ayu, seperti dikutip dari 55tv.co.id. Ia menambahkan bahwa penumpang diperkenankan mengonsumsi air minum dan makanan ringan, memberikan fleksibilitas bagi mereka yang ingin segera membatalkan puasa.

TERBARU! Transjakarta Ambil Langkah Strategis di Bulan Ramadan: Berbuka Puasa di Bus Diperbolehkan, Namun Ada Batasan Waktu Krusial yang Wajib Diketahui Pengguna! Ini Potensi Dampak Ekonominya Bagi Mobilitas Ibu Kota.
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Namun, kelonggaran ini datang dengan batasan waktu yang ketat. Penumpang hanya diizinkan untuk menyantap hidangan berbuka puasa maksimal 10 menit setelah azan Magrib berkumandang. Penekanan juga diberikan pada pentingnya menjaga kebersihan dan ketertiban di dalam bus. "Kami mengajak seluruh pelanggan untuk tetap menjaga kebersihan dan kenyamanan bersama. Setelah berbuka, sampah harus dibuang pada tempatnya dan tidak meninggalkan sisa makanan atau minuman yang dapat mengganggu penumpang lain," tegas Ayu, menekankan pentingnya tanggung jawab kolektif.

Dari perspektif ekonomi, kebijakan ini berpotensi memberikan dampak positif terhadap produktivitas dan efisiensi mobilitas di Jakarta. Dengan adanya opsi berbuka di dalam bus, penumpang tidak perlu terburu-buru mencari tempat makan atau turun di halte tertentu hanya untuk berbuka, yang bisa memicu penumpukan dan kemacetan di titik-titik strategis. Hal ini memungkinkan alur perjalanan tetap terjaga, mengurangi waktu henti yang tidak perlu, dan secara tidak langsung mendukung kelancaran aktivitas ekonomi kota.

Selain itu, kenyamanan yang ditawarkan dapat mendorong lebih banyak masyarakat untuk tetap menggunakan transportasi publik, mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, dan berkontribusi pada pengurangan emisi serta efisiensi energi. Ini juga bisa menjadi insentif bagi pelaku usaha mikro yang menjual takjil di sekitar halte, karena penumpang mungkin akan membeli sebelum naik, mengetahui mereka bisa langsung berbuka di perjalanan. Kebijakan Transjakarta ini menunjukkan komitmen untuk terus berinovasi dalam pelayanan publik, menyesuaikan diri dengan kebutuhan sosial dan keagamaan masyarakat, sekaligus menjaga roda ekonomi Ibu Kota tetap berputar lancar selama bulan Ramadan.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar