Terbongkar! Anindya Bakrie Desak Industri Nasional Ambil Jatah USD 40 Miliar dari AS: Ini Dia Kunci Tarif 0% dan Sektor Unggulan yang Siap Gempur Pasar Paman Sam!

Terbongkar! Anindya Bakrie Desak Industri Nasional Ambil Jatah USD 40 Miliar dari AS: Ini Dia Kunci Tarif 0% dan Sektor Unggulan yang Siap Gempur Pasar Paman Sam!

55 NEWS – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, secara tegas mendorong sektor industri domestik untuk melancarkan strategi ekspansi agresif, membidik pasar ekspor Amerika Serikat yang menjanjikan. Menurut data Kadin, potensi nilai transaksi perdagangan antara Indonesia dan Negeri Paman Sam diproyeksikan dapat mencapai angka fantastis, sedikitnya USD40 miliar.

COLLABMEDIANET

Anindya Bakrie menggarisbawahi urgensi bagi para pelaku usaha untuk sigap menangkap momentum emas dari kesepakatan penyesuaian tarif dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat yang baru saja tercapai. Terutama, ia menyoroti peluang istimewa bagi komoditas ekspor yang kini menikmati tarif 0 persen saat memasuki pasar AS. Sektor-sektor strategis seperti tekstil, alas kaki, furnitur, dan elektronik diyakini akan menjadi primadona yang meraup keuntungan signifikan dari kebijakan ini. Oleh karena itu, ia menyerukan agar industri dalam negeri segera memperluas kapasitas produksi dan berani melakukan diversifikasi produk untuk memaksimalkan potensi ini.

Terbongkar! Anindya Bakrie Desak Industri Nasional Ambil Jatah USD 40 Miliar dari AS: Ini Dia Kunci Tarif 0% dan Sektor Unggulan yang Siap Gempur Pasar Paman Sam!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Dalam pernyataannya saat ditemui di kediamannya di Jakarta Pusat, Sabtu (28/2/2026), Anindya Bakrie menegaskan, "Amerika Serikat adalah mitra dagang terbesar kedua bagi Indonesia. Ini bukan saatnya untuk bersikap defensif. Ketika pintu telah terbuka lebar melalui penyesuaian tarif, kita harus berpikir ofensif, bagaimana meningkatkan kapasitas produksi untuk menghasilkan ekspor dan devisa yang lebih besar." Pernyataan ini mengindikasikan pergeseran paradigma dari sekadar bertahan menjadi proaktif dalam merebut pangsa pasar global.

Menanggapi kekhawatiran mengenai konsekuensi dari penerapan tarif 0 persen, khususnya terkait pembelian bahan baku untuk kuota impor, Anindya Bakrie menepis anggapan negatif. Ia menyatakan bahwa praktik tersebut merupakan hal yang lumrah dan tidak akan berdampak buruk pada neraca perdagangan kedua negara. "Saya yakin, arah perdagangan dengan Amerika akan sangat positif. Banyak komoditas esensial yang kita impor dari AS, seperti kedelai, kapas, dan gandum, adalah kebutuhan vital bagi industri dan konsumsi domestik. Kuncinya adalah memastikan harganya tetap kompetitif dan terjangkau," jelasnya, seperti dikutip dari 55tv.co.id.

Terkait klausul dalam kesepakatan tarif dagang yang mensyaratkan persetujuan AS apabila Indonesia menjalin kerja sama dagang dengan negara lain, Anindya Bakrie menegaskan bahwa hal tersebut bukanlah sebuah isu substansial yang perlu dikhawatirkan oleh para pelaku usaha di Tanah Air. Ia mengindikasikan bahwa fleksibilitas dan kepentingan nasional tetap menjadi prioritas.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar