55 NEWS – Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Wayang Windu, salah satu tulang punggung pasokan energi di Jawa Barat, tengah digenjot dengan inisiatif modernisasi masif. Langkah strategis ini diproyeksikan akan mendongkrak kapasitas dan efisiensi, memastikan stabilitas kelistrikan bagi jutaan rumah tangga di jaringan Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) di masa mendatang.

Related Post
PLTP Wayang Windu telah memainkan peran krusial dalam menyokong kebutuhan energi nasional selama beberapa dekade. Saat ini, pembangkit yang telah beroperasi selama beberapa dekade ini memiliki kapasitas terpasang 230,5 MW. Pada tahun 2025, PLTP Wayang Windu diproyeksikan akan mengoperasikan tiga unit, dengan Unit 3 yang saat ini sedang dalam tahap pengembangan intensif untuk memaksimalkan potensi panas bumi.

Komitmen terhadap energi bersih ditegaskan oleh Group CEO Star Energy Geothermal (SEG), Hendra Soetjipto Tan. Dalam keterangannya kepada 55tv.co.id pada Senin (22/12/2025), Hendra menyatakan, "Kami berkomitmen untuk mengoptimalkan potensi energi panas bumi secara maksimal. Dengan bermitra bersama perusahaan teknologi global yang terdepan seperti ABB, kami memanfaatkan keahlian dan solusi inovatif untuk mempercepat langkah menuju masa depan rendah karbon bagi Indonesia."
Kemitraan strategis ini terwujud dalam implementasi canggih. ABB telah sukses melakukan modernisasi sistem kontrol terdistribusi (DCS) pada Unit 1 dan 2 PLTP Wayang Windu, mengintegrasikan teknologi mutakhir ABB Ability Symphony Plus DCS. Sistem ini memungkinkan SEG untuk mengelola kebutuhan operasional pembangkit panas bumi yang dinamis secara lebih efektif, sekaligus menjamin pasokan listrik yang konsisten dan terpercaya.
Hasilnya tidak main-main. SEG melaporkan peningkatan signifikan dalam stabilitas sistem, penurunan drastis waktu henti operasional (downtime), serta lonjakan efisiensi secara keseluruhan. Modernisasi PLTP Wayang Windu ini bukan hanya sekadar peningkatan infrastruktur, melainkan sebuah lompatan besar dalam mewujudkan ketahanan energi bersih Indonesia.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar