TERBONGKAR! Strategi Jitu Pemerintah Selamatkan Industri Penerbangan dari Cengkraman Avtur Mahal: Bea Masuk Suku Cadang Pesawat Nol Persen, Ekonomi RI Siap Melejit Ratusan Juta Dolar dan Ribuan Lapangan Kerja Tercipta!

55 NEWS – Dalam langkah proaktif yang diharapkan dapat meredakan tekanan biaya operasional di sektor penerbangan nasional, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian telah resmi menurunkan bea masuk untuk suku cadang pesawat menjadi nol persen. Kebijakan ini hadir sebagai respons langsung terhadap fluktuasi harga avtur yang signifikan, yang selama ini menjadi salah satu beban terbesar bagi maskapai.

COLLABMEDIANET

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam keterangannya kepada 55tv.co.id di Jakarta, Selasa (7/4/2026), menegaskan bahwa insentif ini bertujuan untuk menjaga dan meningkatkan daya saing ekosistem industri penerbangan kita. "Dengan penurunan bea masuk suku cadang pesawat menjadi 0%, diharapkan biaya operasional maskapai penerbangan juga dapat ditekan secara signifikan," ujar Airlangga.

TERBONGKAR! Strategi Jitu Pemerintah Selamatkan Industri Penerbangan dari Cengkraman Avtur Mahal: Bea Masuk Suku Cadang Pesawat Nol Persen, Ekonomi RI Siap Melejit Ratusan Juta Dolar dan Ribuan Lapangan Kerja Tercipta!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Sebelumnya, beban bea masuk suku cadang pesawat diperkirakan mencapai angka fantastis, sekitar Rp500 miliar setiap tahunnya. Dengan penghapusan bea masuk ini, diharapkan terjadi efisiensi biaya yang substansial bagi maskapai penerbangan, yang pada gilirannya dapat berdampak positif pada struktur harga tiket dan keberlanjutan bisnis mereka di tengah tantangan global.

Lebih jauh, Airlangga juga menyoroti potensi penguatan industri Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) nasional. Penurunan biaya suku cadang secara langsung akan mengurangi ongkos perawatan dan perbaikan pesawat di dalam negeri, menjadikan industri MRO lokal jauh lebih kompetitif dibandingkan penyedia jasa serupa di luar negeri. Ini merupakan langkah strategis untuk menarik lebih banyak aktivitas perawatan pesawat agar dilakukan di dalam negeri, bukan di luar negeri.

Proyeksi dampak ekonomi dari kebijakan ini pun tidak main-main. Dengan meningkatnya daya saing dan aktivitas perawatan pesawat di dalam negeri, pemerintah memperkirakan potensi peningkatan aktivitas ekonomi hingga sekitar USD700 juta per tahun. Kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) juga diproyeksikan melonjak hingga USD1,49 miliar. Tak hanya itu, sektor ketenagakerjaan juga akan merasakan imbas positif, dengan estimasi penciptaan sekitar seribu lapangan kerja langsung dan hampir tiga kali lipatnya untuk lapangan kerja tidak langsung, memberikan dorongan signifikan bagi perekonomian nasional.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar