55 NEWS – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) berhasil mengurai kemacetan parah yang sempat melumpuhkan akses vital menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, menjelang perayaan Hari Raya Nyepi 2026. Antrean kendaraan yang sebelumnya membentang hingga 36 kilometer kini berangsur terurai, meski kepadatan masih mengular hingga sekitar 20 kilometer menuju pelabuhan. Fenomena ini dipicu oleh lonjakan mobilitas masyarakat yang berupaya menyeberang lebih awal sebelum penutupan sementara lintasan Gilimanuk-Ketapang dan Padangbai-Lembar yang dijadwalkan pada 18-20 Maret 2026, ditambah kompleksitas dinamika lalu lintas di jalur-jalur pendukung.

Related Post
Analisis mendalam menunjukkan bahwa selain faktor lonjakan volume kendaraan, kompleksitas kemacetan juga diperparah oleh dinamika pergerakan di sepanjang koridor menuju Gilimanuk. Aktivitas di berbagai titik layanan publik, seperti stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan fasilitas penunjang perjalanan lainnya, turut berkontribusi pada perlambatan arus kendaraan yang signifikan.

Berkat implementasi serangkaian strategi akselerasi layanan, ‘horor’ kemacetan yang sempat membentang hingga 36 kilometer di jalur menuju Gilimanuk kini menunjukkan progres positif. Meskipun masih terpantau padat, arus kendaraan kini lebih mengalir dengan panjang antrean yang telah terpangkas menjadi sekitar 20 kilometer. Ini menandakan efektivitas langkah-langkah mitigasi yang diambil oleh pihak ASDP.
Yossianis Marciano, Wakil Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry, menegaskan komitmen perseroan dalam memobilisasi seluruh aset dan kapasitas operasional. Langkah ini diambil untuk secara agresif mengurai kepadatan dan menjamin kontinuitas layanan penyeberangan yang efisien. "ASDP telah mengimplementasikan upaya maksimal melalui optimalisasi armada kapal, utilisasi dermaga, dan penyesuaian skema pengaturan operasional. Tujuannya adalah memastikan pergerakan kendaraan tetap lancar," jelas Yossi dalam keterangannya di Jakarta pada Selasa (17/3/2026).
Ia menambahkan, "Kami sangat menyadari urgensi waktu bagi para pengguna jasa yang berupaya menyelesaikan perjalanan sebelum penutupan pelabuhan terkait Hari Raya Nyepi. Oleh karena itu, seluruh sumber daya telah kami kerahkan untuk mengakselerasi proses penyeberangan."
Sementara itu, Arif Eko, General Manager ASDP Cabang Ketapang, mengungkapkan bahwa kolaborasi erat dengan mitra di lapangan telah menghasilkan implementasi sejumlah skema rekayasa lalu lintas. Inisiatif ini krusial dalam upaya melancarkan arus kendaraan menuju area pelabuhan. "Kendaraan berukuran kecil kini dialihkan menuju area Buffer Zone Kargo yang saat ini telah terisi. Strategi ini efektif mengurangi tekanan kepadatan di jalur utama menuju pelabuhan, sehingga meminimalkan potensi penumpukan," tambah Arif, menjelaskan salah satu taktik kunci dalam mengelola volume kendaraan.
Editor: Akbar soaks







Tinggalkan komentar