55 NEWS – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, akhirnya angkat bicara mengenai polemik anggaran senilai Rp113 miliar yang dialokasikan untuk jasa Event Organizer (EO). Angka fantastis ini belakangan menjadi sorotan publik, memicu pertanyaan tentang urgensi dan efisiensi penggunaannya. Dadan menegaskan bahwa penggunaan jasa EO merupakan sebuah keniscayaan bagi lembaganya yang masih berada pada fase awal pembentukan.

Related Post
Dalam keterangannya pada Minggu (12/4/2026), Dadan menjelaskan bahwa sebagai entitas baru yang diamanahi untuk menjalankan program strategis berskala nasional, BGN saat ini tengah fokus pada pembangunan fondasi. Ini mencakup perancangan sistem, penataan struktur organisasi, hingga penyusunan tata kelola operasional. Dalam kondisi transisi ini, kapasitas sumber daya internal BGN dinilai belum memadai untuk menangani seluruh kebutuhan kegiatan berskala besar secara mandiri.

"Sebagai lembaga yang baru saja dibentuk untuk mengimplementasikan program strategis nasional, kami tentu berada dalam tahapan awal pembangunan sistem, struktur organisasi, serta kerangka tata kelola operasional. Pada fase krusial ini, BGN belum memiliki kapabilitas internal yang sepenuhnya siap untuk mengelola seluruh spektrum kegiatan berskala besar secara mandiri," ujar Dadan, seperti dikutip dari 55tv.co.id.
Lebih lanjut, Dadan memaparkan bahwa Event Organizer memiliki keahlian spesifik dalam manajemen acara. Kompetensi mereka mencakup perencanaan komprehensif, koordinasi vendor yang kompleks, hingga mitigasi risiko operasional yang mungkin timbul. Keterlibatan pihak ketiga ini dianggap vital untuk memastikan bahwa pelaksanaan program-program BGN dapat berjalan optimal tanpa terhambat oleh keterbatasan internal.
"Aspek-aspek ini memerlukan pengalaman dan tim yang solid, yang secara realistis belum sepenuhnya dimiliki oleh BGN pada fase awal pembentukannya," imbuhnya.
Selain itu, penggunaan jasa EO juga diklaim mendukung terciptanya tata kelola administrasi dan keuangan yang lebih tertib dan akuntabel. Dengan melibatkan mitra profesional, seluruh proses mulai dari pengadaan barang dan jasa, pembayaran, hingga pelaporan kegiatan dapat dilakukan secara terpusat dan sistematis, sehingga meminimalkan potensi inefisiensi dan memastikan transparansi anggaran.
Editor: Akbar soaks


Tinggalkan komentar