Terkuak! Antrean 5,8 KM di Ketapang-Gilimanuk Saat Puncak Arus Balik: Strategi Jitu ASDP Jaga Roda Ekonomi Tetap Berputar

Terkuak! Antrean 5,8 KM di Ketapang-Gilimanuk Saat Puncak Arus Balik: Strategi Jitu ASDP Jaga Roda Ekonomi Tetap Berputar

55 NEWS – Dinamika arus balik Lebaran 2026 mencatatkan fenomena signifikan di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk, di mana antrean kendaraan dilaporkan membentang hingga sekitar 5,8 kilometer. Kendati demikian, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menegaskan bahwa pergerakan kendaraan tetap berlangsung secara terkendali, berkat implementasi strategi percepatan layanan di seluruh titik operasional pelabuhan.

COLLABMEDIANET

Yossianis Marciano, Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), menjelaskan bahwa esensi dari pengelolaan kepadatan bukanlah terletak pada kuantitas armada kapal semata, melainkan pada efisiensi dan kecepatan layanan di setiap segmen operasional. "Prioritas utama kami adalah memastikan setiap tahapan proses berjalan cepat dan tanpa henti. Antrean mungkin tak terhindarkan, namun pergerakan harus tetap berlanjut," tegas Yossianis dalam pernyataan resminya yang diterima 55tv.co.id pada Senin (30/3/2026).

Terkuak! Antrean 5,8 KM di Ketapang-Gilimanuk Saat Puncak Arus Balik: Strategi Jitu ASDP Jaga Roda Ekonomi Tetap Berputar
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa adopsi pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) menjadi tulang punggung strategi ASDP dalam mengoptimalkan rotasi kapal di dermaga. Mekanisme ini memastikan kapal tidak menghabiskan waktu berlebih saat bersandar, memungkinkan proses bongkar muat kendaraan berlangsung cepat dan segera siap untuk pelayaran selanjutnya.

Komitmen terhadap efisiensi juga tercermin dari optimalisasi durasi bongkar muat kapal, yang kini berhasil dipangkas hingga rata-rata 35 menit per siklus layanan. Disiplin operasional yang ketat ini secara signifikan berkontribusi pada peningkatan frekuensi perjalanan kapal, sekaligus memperluas total kapasitas angkut yang tersedia.

Observasi terkini pada Senin (30/3) pukul 14.00 WIB menunjukkan bahwa komposisi antrean didominasi oleh kendaraan pribadi, sepeda motor, serta truk kategori sedang hingga besar, yang secara konsisten bergerak menuju Pelabuhan Ketapang. Dalam upaya mitigasi kepadatan, total 34 kapal telah dioperasikan, di mana 22 di antaranya mengimplementasikan pola TBB, dilengkapi dengan armada kapal perbantuan untuk mengakselerasi rotasi dan layanan.

Dari perspektif data permintaan, platform reservasi digital Ferizy mencatat total 164.881 unit kendaraan telah mengamankan tiket untuk periode puncak Lebaran 2026, yang meliputi H-10 hingga H+10. Hingga H+7 pasca-Lebaran, sebanyak 154.313 unit kendaraan telah berhasil menyeberang melalui Pelabuhan Ketapang, menyisakan estimasi 10.568 unit kendaraan yang masih dalam perjalanan atau akan segera memasuki area pelabuhan.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar