55 NEWS – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, atau yang dikenal luas sebagai BTN, tengah menggeber transformasi bisnis ambisius. Langkah strategis ini dirancang untuk memperkuat layanan digital kepada para nasabah, sekaligus melakukan ekspansi yang lebih efisien. Pembaruan operasional kredit, modernisasi kantor cabang, dan pengembangan layanan digital menjadi pilar utama dalam implementasi visi baru BTN untuk periode 2025-2029.

Related Post
Direktur Operations BTN, I Nyoman Sugiri Yasa, menjelaskan bahwa visi ini diwujudkan melalui sejumlah strategi kunci dalam rencana korporasi. Fokusnya meliputi penguatan pendanaan berkelanjutan (sustainable funding), peningkatan proposisi produk dan cross-selling, serta penyediaan layanan perbankan lengkap (full banking services) dengan pengalaman nasabah yang jauh lebih baik. "Kami ingin mengubah citra bahwa BTN mampu menyediakan layanan perbankan menyeluruh. Ini mencakup pembiayaan, investasi, transaksi, dan berbagai kebutuhan perbankan lainnya bagi keluarga, terutama di era digital saat ini," ujar Nyoman pada Sabtu (14/3/2026), seperti dikutip dari 55tv.co.id.

Mengamankan Bahan Bakar Bisnis: Penguatan Pendanaan Berkelanjutan
Nyoman menekankan pentingnya memiliki "mesin" pendanaan yang kuat dan berkelanjutan agar bisnis dapat berjalan secara berkesinambungan. Pendanaan ibarat bahan bakar utama bagi bank untuk menjalankan aktivitas pembiayaan. Tanpa dukungan pendanaan yang solid, bank tidak akan optimal dalam menyalurkan pembiayaan kepada masyarakat.
"Oleh karena itu, penguatan funding menjadi salah satu prioritas utama yang terus kami perbaiki. Upaya ini memastikan ketersediaan sumber pendanaan yang stabil dan berkelanjutan, sehingga BTN dapat terus menjalankan fungsi intermediasi dan memperluas jangkauan pembiayaan," jelasnya.
Dari KPR ke Solusi Keuangan Komprehensif: Holistic Banking Proposition
BTN juga bertekad menghadirkan proposisi perbankan yang holistik. Ini berarti bank tidak lagi semata-mata berfokus pada pembiayaan perumahan atau KPR, melainkan mulai bergerak menuju layanan "beyond mortgage". Dengan pendekatan ini, BTN ingin menawarkan solusi perbankan yang lebih lengkap kepada nasabah. Mulai dari layanan payroll, kartu kredit, investasi, Kredit Ringan (KRING) BTN untuk renovasi rumah, kredit multiguna, pembiayaan kendaraan (mobil maupun motor), hingga kredit modal kerja.
"Ketika nasabah membeli rumah melalui KPR, mereka juga berpotensi membutuhkan produk finansial lainnya. Melalui strategi ini, BTN berupaya menyediakan beragam solusi keuangan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia," tambah Nyoman.
Revolusi Operasional Kredit Melalui Digitalisasi
Salah satu langkah konkret dalam transformasi ini adalah pembaruan atau "revamp" proses pengelolaan kredit (loan processing). Tujuannya adalah menciptakan proses yang lebih efisien, cepat, dan terstandar. Pembaruan operasional kredit ini diimplementasikan melalui sistem "loan factory", sebuah sistem terpusat untuk pengajuan dan pengolahan kredit konsumer, termasuk KPR.
Sistem ini menggantikan enam Regional Loan Processing Center (RLPC) yang sebelumnya tersebar di Cawang, Bekasi, Semarang, Surabaya, Medan, dan Makassar. Dengan sentralisasi ini, diharapkan proses kredit menjadi lebih streamlined, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan nasabah, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional bank secara signifikan.
Transformasi ini menegaskan komitmen BTN untuk tidak hanya menjadi penyedia KPR terdepan, tetapi juga menjadi mitra keuangan yang komprehensif bagi setiap keluarga Indonesia di era digital.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar