55 NEWS – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Presiden Prabowo Subianto meluncurkan inisiatif bantuan kemanusiaan dan ekonomi berskala besar untuk Provinsi Aceh. Dana segar senilai Rp72 miliar digelontorkan khusus untuk pengadaan sapi dan distribusi daging, sebuah langkah strategis yang tidak hanya menyasar kebutuhan pangan, tetapi juga berpotensi menggerakkan roda ekonomi lokal pascabencana.

Related Post
Inisiatif ini, yang diungkapkan oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, menargetkan 19 kabupaten/kota di Aceh, termasuk Kabupaten Simeulue yang juga terdampak gempa bumi. Totalnya, lebih dari 3.000 desa diharapkan akan merasakan manfaat langsung dari program ini, memastikan bahwa warga yang masih dalam tahap pemulihan dari dampak banjir dan longsor dapat menyambut Ramadan dengan lebih baik.

Dalam rapat koordinasi Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana Sumatera di Kompleks DPR RI pada Rabu (18/2/2026), Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa bantuan ini dirancang khusus agar dapat dinikmati masyarakat tepat sebelum Ramadan, yang jatuh pada 19 Februari 2026. "Bapak Presiden memberikan bantuan sebanyak Rp72 miliar untuk pembelian sapi dan pembagian daging di 19 kabupaten/kota di Aceh, ditambah Simeulue, karena di situ kemarin ada gempa juga," jelas Tito, dikutip dari 55tv.co.id.
Untuk memastikan efisiensi, Tito menambahkan bahwa pihaknya akan segera menerbitkan surat edaran kepada kepala daerah di Aceh. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat proses distribusi daging sapi, sehingga dapat segera dikonsumsi oleh masyarakat. "Pembelian sapi sudah dilakukan dan surat edaran untuk pembagian hari ini, satu hari sebelum bulan puasa, sudah kami keluarkan," imbuhnya, menunjukkan kecepatan respons pemerintah dalam mengelola alokasi dana yang signifikan ini.
Bantuan ini diperkirakan akan menjangkau lebih dari 3.000 desa di seluruh Aceh, memastikan pemerataan akses terhadap bantuan. Dalam konteks pemulihan, Tito juga melaporkan adanya penurunan signifikan jumlah pengungsi di Aceh, dari 1,4 juta orang di tenda darurat menjadi 12.144 orang. Penurunan ini menandakan kemajuan dalam upaya pemulihan, yang kini diperkuat dengan suntikan ekonomi dan pangan dari Presiden Prabowo, memberikan harapan baru bagi masyarakat Aceh untuk menyambut bulan suci dengan optimisme.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar