Terkuak! Ekonomi Digital RI Nyaris Sentuh Rp1.500 Triliun, Menko Airlangga Beberkan ‘Mesin Ajaib’ AI yang Siap Guncang Dunia Bisnis!

55 NEWS – Proyeksi gemilang ekonomi digital Indonesia yang nyaris menyentuh angka fantastis USD100 miliar menjadi sorotan utama. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa kecerdasan buatan (AI) bukan sekadar tren, melainkan mesin pertumbuhan baru yang fundamental bagi perekonomian nasional. Pernyataan ini disampaikan dalam gelaran GrabX 2026 yang inovatif, Rabu (8/4/2026).

COLLABMEDIANET

Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah memandang digitalisasi dan AI sebagai lokomotif baru yang akan mendorong akselerasi ekonomi. Potensi ekonomi digital Indonesia sangat menjanjikan, dengan nilai yang mendekati USD100 miliar, atau setara dengan sekitar Rp1.500 triliun (kurs Rp15.000/USD), sebuah angka yang mencerminkan dinamisme sektor ini.

Terkuak! Ekonomi Digital RI Nyaris Sentuh Rp1.500 Triliun, Menko Airlangga Beberkan 'Mesin Ajaib' AI yang Siap Guncang Dunia Bisnis!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Data terkini dari Global Innovation Index (GII) 2025 menunjukkan lonjakan signifikan posisi Indonesia ke peringkat 55, melesat dari peringkat 85 pada tahun 2020. Capaian ini diperkuat dengan kehadiran sekitar 3.200 startup pada tahun 2025, serta tujuh unicorn berskala global yang merambah sektor makanan dan minuman, fintech, e-commerce, hingga transportasi. Kehadiran para raksasa digital ini menjadi bukti nyata kekuatan ekosistem inovasi di Tanah Air.

Fenomena serupa juga terjadi di kancah regional. Ekonomi digital Asia Tenggara, khususnya dengan adopsi aplikasi berbasis AI, menunjukkan peningkatan pendapatan yang impresif, memposisikan Indonesia sebagai salah satu pasar AI paling prospektif di kawasan. Namun, di balik peluang emas ini, terdapat tantangan serius. Laporan World Economic Forum memproyeksikan sekitar 22% jenis pekerjaan akan mengalami pergeseran drastis dalam beberapa tahun ke depan. Oleh karena itu, ketersediaan talenta digital yang adaptif dan inovatif menjadi krusial untuk memastikan transformasi digital berjalan inklusif dan berkelanjutan.

Menyikapi dinamika ini, Pemerintah Indonesia tidak tinggal diam. Berbagai inisiatif strategis terus digulirkan untuk memperkuat kesiapan nasional. Salah satunya adalah kolaborasi strategis dengan Arm Holdings, yang menargetkan pelatihan 15.000 talenta di bidang AI pada tahun ini. Di tataran regional, Indonesia juga menjadi motor penggerak penyusunan ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA), sebuah fondasi vital untuk penguatan ekonomi digital kawasan yang diharapkan dapat ditandatangani pada tahun 2026 di bawah kepemimpinan Filipina. Langkah ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam membentuk arsitektur ekonomi digital yang kokoh di Asia Tenggara.

Dalam kesempatan yang sama, Menko Airlangga menyampaikan apresiasi tinggi kepada Grab Indonesia atas penyelenggaraan GrabX 2026. Acara ini menjadi panggung peluncuran beragam inovasi dan solusi berbasis AI yang dirancang untuk mendukung mitra pengemudi, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta konsumen. Airlangga menekankan pentingnya ekosistem digital sebagai mesin vital bagi perkembangan ekonomi nasional dan penciptaan lapangan kerja baru yang inklusif.

Ia berharap aplikasi AI GrabX tidak hanya eksklusif bagi pengemudi dan mitra, tetapi juga dapat diakses oleh merchant. "Pemanfaatan teknologi AI ini bertujuan untuk mengoptimalkan daya beli para mitra, khususnya UMKM, serta meningkatkan efisiensi dan menciptakan level playing field yang setara dengan peritel modern di sekitar mereka," jelasnya. Lebih lanjut, pemanfaatan data secara instan, mulai dari tren penjualan hingga ringkasan pelanggan, diyakini akan sangat membantu pelaku UMKM dalam menentukan jenis produk yang perlu dikembangkan maupun dipasok, memberikan mereka keunggulan kompetitif di pasar yang semakin ketat.

Acara penting ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh kunci, antara lain Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurahman, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Ali Murtopo, Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Haryo Limanseto, Co-Founder dan CEO of Grab Holdings Anthony Tan, serta CEO of Grab Indonesia Neneng Goenadi.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar