55 NEWS – Kabar mengejutkan datang dari kancah filantropi global. Bill Gates, sosok di balik raksasa teknologi Microsoft dan salah satu individu terkaya di planet ini, secara resmi merekrut mantan Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, sebagai anggota dewan direksi Gates Foundation. Pengumuman monumental ini dirilis oleh yayasan tersebut pada tanggal 12 Januari 2026, menandai babak baru dalam upaya kemanusiaan global. Penunjukan ini sontak menarik perhatian publik, tak hanya karena reputasi global Sri Mulyani, tetapi juga karena besarnya kekayaan Bill Gates yang menjadi tulang punggung operasional yayasan.

Related Post
Keterlibatan Sri Mulyani dengan Gates Foundation sejatinya bukanlah hal baru. Kolaborasi strategis ini telah terjalin selama hampir satu dekade, berfokus pada eksplorasi bagaimana inovasi teknologi dapat memperluas kesempatan serta mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Sosok Sri Mulyani sendiri tak asing lagi di panggung global; ia dikenal sebagai salah satu menteri keuangan wanita pertama dan terlama di Indonesia, serta pernah menjabat sebagai Direktur Pelaksana dan Kepala Operasional Bank Dunia. Dengan rekam jejaknya sebagai ekonom yang dihormati secara global, ia telah memimpin berbagai reformasi signifikan di lembaga keuangan dan secara konsisten memperjuangkan kebijakan yang mempromosikan ketahanan serta pertumbuhan ekonomi yang merata.

Di balik yayasan filantropi raksasa ini, berdiri sosok Bill Gates, seorang visioner yang tak hanya mengubah dunia teknologi tetapi juga dikenal sebagai salah satu individu terkaya di muka bumi. Menurut data Forbes real-time billionaires yang dirilis pada Rabu, 14 Januari 2026, kekayaan bersih Bill Gates tercatat fantastis, mencapai USD103,9 miliar. Jika dikonversi ke mata uang rupiah dengan kurs Rp16.850 per USD, angka tersebut setara dengan Rp1.750,7 triliun. Dengan aset sebesar ini, pendiri Microsoft tersebut menempati posisi ke-18 dalam daftar orang terkaya di dunia untuk tahun 2026, sebuah posisi yang membuktikan kapasitas finansialnya dalam mendukung misi kemanusiaan global.
Kehadiran Sri Mulyani diharapkan membawa perspektif yang sangat berharga bagi tata kelola dan misi Gates Foundation. Mark Suzman, CEO dan anggota dewan pengurus Gates Foundation, dalam keterangannya pada Selasa, 13 Januari 2026, menyatakan apresiasinya. "Sri Mulyani membawa pengalaman mendalam dalam membentuk hasil ekonomi yang adil, sebuah keahlian yang krusial untuk mencapai tujuan jangka panjang yayasan," ujar Suzman. Ia menambahkan, "Kepemimpinannya akan memastikan bahwa sumber daya kami terus dialokasikan secara efektif untuk memperluas kesempatan, mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di seluruh dunia."
Penunjukan Sri Mulyani datang pada momen krusial dalam sejarah yayasan. Tahun sebelumnya, Ketua Yayasan, Bill Gates, telah membuat komitmen historis untuk mengalokasikan seluruh dana abadi yayasan selama dua dekade mendatang. Komitmen ini berfokus pada tiga pilar utama: mengakhiri kematian ibu dan bayi yang sebenarnya dapat dicegah, memastikan bahwa generasi mendatang dapat tumbuh tanpa ancaman penyakit menular yang mematikan, serta mengangkat jutaan individu dari jurang kemiskinan menuju jalur kemakmuran. Dengan pengalaman dan visinya, Sri Mulyani diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan dalam mewujudkan ambisi mulia tersebut.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar