TERKUAK! Ironi Maritim Indonesia: Kapal Asing Kuasai Penuh Ekspor-Impor, Devisa Triliunan Rupiah Melayang! Mengapa Armada Nasional Tak Berdaya?

TERKUAK! Ironi Maritim Indonesia: Kapal Asing Kuasai Penuh Ekspor-Impor, Devisa Triliunan Rupiah Melayang! Mengapa Armada Nasional Tak Berdaya?

55 NEWS – Sebuah ironi pahit tengah menyelimuti sektor maritim Indonesia, negara kepulauan terbesar di dunia yang secara geografis sangat bergantung pada jalur laut sebagai tulang punggung perekonomian. Ketua Umum Himpunan Ahli Pelabuhan Indonesia (HAPI), Wahyono Bimarso, baru-baru ini melontarkan keprihatinan mendalam terkait dominasi hampir absolut kapal asing dalam lalu lintas ekspor-impor nasional. Kondisi ini, menurutnya, menempatkan Indonesia pada posisi yang sangat rentan di kancah pelayaran internasional, padahal potensi ekonomi dari sektor ini sangatlah besar.

COLLABMEDIANET

Wahyono Bimarso membeberkan data yang mencengangkan. Hampir seluruh volume peti kemas yang bergerak dalam kegiatan ekspor-impor di pelabuhan-pelabuhan utama Indonesia, termasuk Pelabuhan Tanjung Priok, kini diangkut oleh armada berbendera asing. Ia mencontohkan, dari total sekitar 7 juta TEUs (Twenty-foot Equivalent Units) per tahun di Tanjung Priok, sekitar 6 juta TEUs di antaranya adalah kargo ekspor-impor, dan "nyaris 100 persen" diangkut oleh kapal-kapal non-nasional. "Ini menunjukkan betapa parahnya kondisi kita," tegas Wahyono dalam sebuah konferensi pers The National Maritime Institute (Namarin) di Jakarta, yang dilansir 55tv.co.id.

TERKUAK! Ironi Maritim Indonesia: Kapal Asing Kuasai Penuh Ekspor-Impor, Devisa Triliunan Rupiah Melayang! Mengapa Armada Nasional Tak Berdaya?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Implikasi dari dominasi ini sangat serius. Indonesia, alih-alih menjadi pemain kunci dalam rantai pasok global, justru tereduksi menjadi sekadar pasar dan titik bongkar muat. Wahyono menggarisbawahi bahwa situasi ini mengakibatkan hilangnya potensi devisa yang signifikan dari sektor jasa pelayaran internasional, serta menghambat penguatan dan kemandirian industri maritim nasional. Padahal, jasa pelayaran internasional merupakan sektor yang sangat strategis dan bernilai ekonomis tinggi, yang seharusnya dapat menjadi sumber pendapatan negara yang substansial.

Kondisi ini sangat kontras dengan era 1960-an, di mana Indonesia masih memiliki armada kapal berbendera nasional yang aktif melayani rute-rute internasional, bahkan berlayar hingga ke mancanegara. "Saat itu, kita punya eksistensi yang kuat di pelayaran global. Sekarang, nyaris tidak ada lagi armada nasional yang secara signifikan melayani rute internasional," kenang Wahyono, menggambarkan kemunduran posisi Indonesia di panggung maritim dunia. Ini menjadi alarm keras bagi pemerintah dan pemangku kepentingan untuk segera merumuskan strategi komprehensif guna merebut kembali kedaulatan maritim Indonesia di sektor ekspor-impor, demi optimalisasi potensi ekonomi dan penguatan posisi tawar bangsa di mata dunia.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar