55 NEWS – Pemerintah Indonesia secara resmi meluncurkan inisiatif ambisius, Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026, sebuah langkah strategis untuk menggenjot kualitas sumber daya manusia (SDM) dan daya saing angkatan kerja. Program ini, yang seluruh rangkaian pelatihannya digratiskan, bertujuan meningkatkan kompetensi, produktivitas, disiplin, serta etos kerja masyarakat, baik bagi calon pekerja maupun wirausahawan.

Related Post
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers di Kantor Kemnaker, Jumat (27/2/2026), menegaskan komitmen pemerintah dalam mewujudkan visi SDM Unggul 2045 melalui skema "link and match" yang kuat dengan dunia industri. Menko Airlangga menjelaskan bahwa filosofi utama program ini adalah "link and match," memastikan bahwa setiap modul pelatihan dirancang selaras dengan kebutuhan riil dunia usaha dan industri.

"Dengan demikian," ujarnya, "lulusan program ini tidak hanya memiliki sertifikasi, namun juga kompetensi praktis yang relevan, sehingga dapat langsung diserap oleh pasar kerja dan berkontribusi pada peningkatan produktivitas nasional." Ini adalah investasi jangka panjang untuk mencapai target SDM Unggul 2045, yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Senada dengan Menko Airlangga, Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, merinci target dan cakupan program. Untuk Pelatihan Vokasi Nasional Batch 1, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah menyiapkan kuota sebanyak 20.000 peserta. Secara agregat, program ambisius ini menargetkan untuk menjangkau lebih dari 70.000 peserta yang akan disaring melalui tiga gelombang (batch) pelatihan sepanjang tahun 2026.
"Pelaksanaan Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 akan dilakukan secara serentak di 21 Unit Pelaksana Teknis Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) serta 13 Satuan Pelayanan (Satpel) Kemnaker yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia," jelas Menaker Yassierli, menunjukkan jangkauan program yang luas dan merata.
Masyarakat umum berusia minimal 17 tahun dan telah terdaftar pada platform SIAPkerja berhak mendaftar. Namun, untuk Batch 1, terdapat prioritas khusus bagi lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat dari tahun 2023 hingga 2025. Kebijakan ini dirancang untuk secara efektif menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan spesifik pasar kerja, sekaligus memberikan kesempatan emas bagi generasi muda untuk segera berkarier.
Menaker Yassierli berharap program ini dapat dioptimalkan secara maksimal. "Selain program pemagangan nasional yang ditujukan bagi lulusan perguruan tinggi, kami juga menyediakan jalur alternatif yang komprehensif bagi lulusan SMA/SMK/MA untuk mengembangkan kompetensi dan memasuki dunia kerja dengan bekal yang kuat," pungkasnya. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menyediakan beragam jalur pengembangan karier bagi seluruh lapisan masyarakat, memastikan tidak ada yang tertinggal dalam upaya peningkatan kualitas SDM nasional dan penguatan ekonomi bangsa, demikian laporan dari 55tv.co.id.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar