55 NEWS – Menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026 yang diperkirakan akan memadati jalur transportasi pada tanggal 16 dan 18 Maret, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bergerak cepat meninjau tiga pelabuhan krusial di Banten. Kunjungan maraton yang berlangsung dari Minggu (15/3) malam hingga Senin (16/3) dini hari ini bertujuan vital: memastikan kelancaran pengelolaan arus penyeberangan antara Jawa dan Sumatra, baik untuk kendaraan logistik maupun penumpang, demi menjaga stabilitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Related Post
Dalam tinjauannya, Menhub Dudy secara khusus memantau kondisi Pelabuhan PT Bandar Bakau Jaya (BBJ) Bojonegara, Pelabuhan Ciwandan, dan Pelabuhan Merak. Fokus utama adalah efisiensi operasional dan kapasitas infrastruktur. "Pada Minggu malam, Pelabuhan BBJ Bojonegara terpantau ramai-lancar. Situasi secara keseluruhan aman dan terkendali, menunjukkan efektivitas manajemen pelabuhan dalam menghadapi lonjakan aktivitas," ujar Menhub dalam keterangan tertulisnya yang diterima 55tv.co.id, Senin (16/3/2026). Ia menambahkan bahwa seluruh truk pengangkut barang telah berhasil masuk ke area pelabuhan dan menunggu giliran untuk naik ke kapal, tanpa adanya penumpukan kendaraan yang berarti di luar area pelabuhan, sebuah indikator penting dalam kelancaran distribusi logistik.

Menhub Dudy juga menggarisbawahi ketersediaan 12 kapal yang beroperasi di Pelabuhan BBJ Bojonegara. Menurutnya, jumlah armada ini masih memadai untuk mengangkut volume kendaraan logistik yang akan menuju Pulau Sumatra, memastikan kelancaran distribusi barang menjelang Lebaran. Lebih lanjut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama para pemangku kepentingan terkait telah menyiapkan skenario mitigasi komprehensif. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi peningkatan signifikan jumlah kendaraan angkutan barang, sehingga rantai pasok nasional tetap terjaga dan tidak mengalami hambatan berarti yang dapat memicu inflasi atau kelangkaan.
Kesiapan tiga pelabuhan vital di Banten – BBJ Bojonegara, Ciwandan, dan Merak – menjadi indikator penting dalam menjaga momentum ekonomi nasional di tengah tingginya mobilitas masyarakat dan distribusi logistik jelang hari raya. Upaya proaktif Kemenhub ini diharapkan dapat meminimalkan risiko kemacetan dan penundaan yang berpotensi merugikan pelaku usaha serta konsumen, sekaligus menjamin kelancaran perjalanan mudik bagi jutaan warga yang ingin merayakan Lebaran di kampung halaman.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar