55 NEWS – PT PGN LNG Indonesia (PLI) telah secara resmi mengawali rangkaian operasionalnya untuk tahun 2026 dengan suksesnya pelaksanaan kegiatan Ship-to-Ship Transfer (STS) di Fasilitas Regasifikasi Terapung (FSRU) Lampung. Langkah strategis ini menandai dimulainya komitmen perusahaan dalam menjaga pasokan energi nasional, khususnya untuk wilayah vital di Jawa Bagian Barat dan Sumatera.

Related Post
Dalam kegiatan STS perdana tahun ini, volume LNG mencapai sekitar 140.500 meter kubik berhasil dialirkan dari Terminal LNG Donggi Senoro, Sulawesi Tengah, menggunakan kapal pengangkut khusus. Proses transfer ini, yang merupakan STS pertama di FSRU Lampung untuk tahun 2026, dilaporkan berjalan dengan sangat aman, lancar, dan sepenuhnya mematuhi standar operasional serta protokol keselamatan yang ketat. Keberhasilan ini menjadi indikator kesiapan FSRU Lampung menghadapi tantangan pasokan energi di masa mendatang.

Nofrizal, Direktur Utama PGN LNG, mengungkapkan bahwa perusahaan berhasil menutup tahun 2025 dengan kinerja impresif, meregasifikasi sebanyak 23 kargo LNG melalui FSRU Lampung. Angka ini menunjukkan kapasitas dan keandalan fasilitas tersebut dalam memenuhi kebutuhan pasar.
Untuk tahun 2026, FSRU Lampung telah dipersiapkan untuk menerima dan meregasifikasi hingga 30 kargo LNG sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Nofrizal menambahkan, seluruh jajaran PGN LNG bersama mitra strategisnya secara profesional akan terus menjaga keandalan operasional LNG. Hal ini krusial untuk menjamin pasokan gas yang stabil bagi sektor pembangkit listrik dan industri di kawasan Jawa Bagian Barat serta Sumatera, seperti yang disampaikan Nofrizal dalam keterangannya di Jakarta, Senin (19/1/2026).
Nofrizal juga menekankan komitmen kuat perusahaan terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), memastikan setiap tahapan operasional FSRU Lampung berjalan aman, lancar, dan sesuai jadwal. "Melalui pengelolaan FSRU Lampung yang efisien dan keberhasilan pelaksanaan STS ini, PLI secara konsisten mendukung penguatan ketahanan energi nasional, memenuhi kebutuhan vital sektor industri dan pembangkit listrik, sekaligus menjamin kontinuitas pasokan gas bumi," pungkasnya, menegaskan peran strategis PGN dalam lanskap energi Indonesia.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar