TERKUAK! Produksi Beras Nasional Diprediksi Melonjak 6,23 Juta Ton di Awal 2026: Akankah Harga Pangan Terkendali dan Inflasi Mereda?

TERKUAK! Produksi Beras Nasional Diprediksi Melonjak 6,23 Juta Ton di Awal 2026: Akankah Harga Pangan Terkendali dan Inflasi Mereda?

55 NEWS – Kabar optimis datang dari sektor pangan nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya peningkatan signifikan pada produksi padi dan beras menjelang akhir tahun 2025, dengan proyeksi pertumbuhan yang jauh lebih substansial di awal tahun 2026. Data ini menjadi angin segar bagi upaya menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan domestik di tengah dinamika pasar global.

COLLABMEDIANET

Pudji Ismartini, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, mengungkapkan bahwa realisasi luas panen padi pada November 2025 telah mencapai 0,57 juta hektare. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 3,56% dibandingkan capaian pada bulan yang sama di tahun sebelumnya, mengindikasikan efisiensi dan produktivitas yang membaik di sektor pertanian.

TERKUAK! Produksi Beras Nasional Diprediksi Melonjak 6,23 Juta Ton di Awal 2026: Akankah Harga Pangan Terkendali dan Inflasi Mereda?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Lebih lanjut, Pudji menjelaskan bahwa estimasi produksi padi untuk November 2025 mencapai 3,20 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), mengalami kenaikan 2,83% secara tahunan. Sejalan dengan itu, produksi beras juga diproyeksikan mencapai 1,85 juta ton, tumbuh pada persentase yang sama, yakni 2,83% dibandingkan November tahun lalu. Pernyataan ini disampaikan Pudji pada Selasa (6/1/2026), menyoroti tren positif yang mulai terlihat.

Menatap ke depan, BPS memproyeksikan lonjakan yang lebih masif untuk periode tiga bulan mendatang, yakni Desember 2025 hingga Februari 2026. Potensi luas panen diperkirakan akan menyentuh angka 2,00 juta hektare, sebuah peningkatan substansial sekitar 30,70% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspansi lahan panen ini menjadi kunci utama dalam mengantisipasi kebutuhan pangan di awal tahun.

Korelasi positif antara luas lahan dan hasil produksi sangat jelas. Produksi padi diproyeksikan mencapai 10,81 juta ton GKG, melonjak 32,58%. Sementara itu, produksi beras diperkirakan akan mencapai 6,23 juta ton, menunjukkan pertumbuhan impresif sebesar 32,51%. Angka-angka ini mengindikasikan potensi surplus yang signifikan, yang dapat berdampak langsung pada pasokan dan harga di pasar.

Lonjakan produksi yang diproyeksikan ini diharapkan mampu menjadi bantalan kuat bagi stok pangan nasional. Dengan pasokan yang melimpah, tekanan inflasi dari komoditas beras dapat diredam, sehingga menjaga stabilitas harga di pasar domestik sepanjang kuartal pertama tahun depan. Ini adalah kabar baik bagi konsumen dan pelaku usaha yang bergantung pada stabilitas harga bahan pokok.

Selain komoditas utama beras, sektor jagung juga menunjukkan performa yang menggembirakan. Pada November 2025, luas panen jagung tercatat mencapai 0,16 juta hektare, mengalami kenaikan sekitar 10,09% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menambah optimisme terhadap diversifikasi dan ketahanan pangan nasional secara keseluruhan, memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan pangan global.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar