55 NEWS – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) secara resmi mengumumkan pembentukan entitas baru bernama Perusahaan Mineral Nasional (Perminas). Langkah strategis ini menandai babak baru dalam pengelolaan komoditas pertambangan vital di Indonesia, khususnya yang berada di luar lingkup portofolio Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sudah ada. Perminas diproyeksikan menjadi ujung tombak Indonesia dalam mengoptimalkan potensi logam tanah jarang (rare earth), mineral kritis yang kini menjadi incaran utama industri global.

Related Post
CEO Danantara, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa fokus utama Perminas adalah pada pengelolaan dan pengembangan komoditas tanah jarang. Menurutnya, mineral ini memiliki prospek ekonomi yang sangat cerah dan peran krusial di tengah lonjakan kebutuhan global akan mineral-mineral strategis. "Memang Perminas ini peruntukannya untuk tanah jarang atau rare earth," tegas Rosan dalam keterangannya di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Selasa (3/2/2026).

Pembentukan Perminas ini mengadopsi skema pengelolaan mineral lain yang telah sukses berjalan di Indonesia, seperti sistem holding dan anak perusahaan di sektor pertambangan. Sebagai contoh, pengelolaan batu bara yang ditangani oleh PT Bukit Asam, nikel oleh PT Vale Indonesia, dan emas oleh PT Aneka Tambang (Antam). Namun, Rosan menekankan bahwa Perminas tidak akan berada di bawah holding MIND ID, melainkan akan beroperasi sebagai entitas mandiri yang langsung bertanggung jawab kepada Danantara. Struktur ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas dan fokus yang lebih tajam dalam pengembangan komoditas yang sangat spesifik ini.
Rosan lebih lanjut menegaskan bahwa Indonesia diberkahi dengan potensi dan cadangan rare earth yang melimpah ruah. Namun, pemanfaatannya hingga kini masih jauh dari optimal, padahal permintaan global terhadap mineral tersebut terus meroket. "Tanah jarang saat ini menjadi kebutuhan dunia yang sangat tinggi, sementara kita memiliki potensi dan cadangan yang sangat besar. Karena itu, kami diminta untuk mempersiapkan pengelolaannya dan bekerja sama dengan kementerian terkait," pungkas Rosan, mengindikasikan komitmen kuat pemerintah untuk menjadikan Indonesia pemain kunci dalam rantai pasok global mineral kritis ini. Pembentukan Perminas diharapkan mampu membuka peluang investasi baru, menciptakan nilai tambah ekonomi, serta memperkuat posisi Indonesia di kancah industri teknologi dan energi masa depan.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar