55 NEWS – JAKARTA – Di tengah deru pembangunan infrastruktur yang masif dan gejolak ekonomi global yang tak menentu, Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia (IISIA) kembali menggaungkan seruan krusial: pentingnya kedaulatan industri baja nasional. Seruan ini bukan tanpa alasan, mengingat sektor baja adalah tulang punggung pembangunan dan industrialisasi sebuah negara, serta memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi.

Related Post
Akbar Djohan, yang menjabat sebagai Chairman IISIA sekaligus Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk (KRAS), dengan tegas menyatakan bahwa industri baja domestik tidak boleh lagi hanya menjadi ‘penonton’ pasif di tengah maraknya proyek-proyek strategis di tanah air. Ini adalah panggilan untuk kemandirian ekonomi dan penguatan daya saing di pasar global.

Dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-5 IISIA yang berlangsung di Jakarta pada Rabu (11/2/2026) lalu, Akbar Djohan tidak menampik bahwa sektor ini sedang dihantam ‘badai sempurna’ global. "Kita berada di tengah pusaran badai global," ungkapnya. "Kelebihan pasokan (oversupply) yang masif di pasar dunia, fluktuasi harga bahan baku yang sulit diprediksi, serta gelombang produk impor yang terus-menerus membanjiri pasar domestik, menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan industri kita."
Munas IISIA 2026, yang mengusung tema ‘Peluang Strategis Industri Baja Indonesia dalam Membangun Kedaulatan Ekosistem Industri Baja Nasional’, menjadi platform vital untuk merumuskan arah kebijakan jangka panjang. Forum ini secara mendalam mengkaji tantangan global, sekaligus memetakan langkah-langkah konkret guna memperkokoh fondasi ekosistem industri baja di Indonesia, demi mencapai kemandirian dan daya saing yang berkelanjutan.
Namun, di balik awan gelap tantangan, Indonesia menyimpan potensi luar biasa yang bisa menjadi daya ungkit. Berbagai proyek infrastruktur yang terus bergulir, program hilirisasi industri yang semakin gencar, serta pertumbuhan sektor manufaktur yang prospektif, merupakan peluang emas yang wajib dioptimalkan. Tanpa fondasi industri baja nasional yang kokoh, lonjakan permintaan baja di dalam negeri hanya akan menjadi karpet merah bagi serbuan produk impor, menggerus nilai tambah ekonomi nasional dan membiarkan potensi besar ini terbuang percuma.
Dengan nada penuh determinasi, Akbar Djohan menegaskan komitmen kolektif. "Hari ini, kita berjanji: Industri baja nasional harus berdaulat penuh! Kita harus mampu berdiri di kaki sendiri, menjadi sangat kompetitif di kancah global, dan yang terpenting, menjadi tuan rumah yang tangguh serta berdaya saing di negeri sendiri," pungkasnya, seperti dikutip dari 55tv.co.id.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar