55 NEWS – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintahannya untuk menciptakan ekosistem investasi yang transparan, responsif, dan menjunjung tinggi kepastian hukum bagi para pemodal asing, khususnya dari Negeri Sakura. Dalam sebuah forum bisnis penting di Tokyo, Jepang, pada Senin (30/3/2026), Presiden Prabowo secara lugas mempersilakan para pengusaha Jepang untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk kendala atau permasalahan yang mereka hadapi selama menanamkan modal di Indonesia, langsung kepada dirinya.

Related Post
Dengan nada tegas yang menunjukkan keseriusan, Prabowo menyatakan, "Jika Anda memiliki masalah, Anda dapat langsung mengeluh kepada saya. Anda bisa langsung mengadu kepada saya, melalui duta besar Anda, melalui perwakilan Anda, melalui MITI atau JETRO atau apa pun, Keidanren. Saya bersedia menerima pengaduan." Pernyataan ini bukan sekadar retorika, melainkan cerminan dari pendekatan kepemimpinan yang proaktif dan berorientasi pada solusi cepat, sebuah filosofi yang ia yakini krusial dalam mengelola negara.

Prabowo mengibaratkan peran seorang presiden modern layaknya seorang Chief Executive Officer (CEO) sebuah korporasi besar, yang dituntut untuk memiliki kepekaan tinggi terhadap masalah dan kecepatan dalam menanganinya. "Seorang presiden modern, pada dasarnya, adalah CEO negara ini. Ia harus mampu mengetahui masalah dengan sangat cepat dan menyelesaikannya dengan sangat cepat," ujarnya, menggarisbawahi urgensi efisiensi dalam birokrasi dan pengambilan keputusan.
Untuk mendukung visi tersebut, pemerintah telah membentuk satuan tugas khusus yang fokus pada penghapusan berbagai hambatan investasi atau yang dikenal sebagai de-bottlenecking task force. Langkah ini diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara investor dan pemerintah, sekaligus mempercepat penyelesaian isu-isu krusial yang kerap menghambat laju investasi dan menjaga daya saing Indonesia di mata investor global.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar