55 NEWS – Kabar gembira bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif! Pemerintah Indonesia resmi mengukuhkan diri sebagai negara ke-15 di dunia yang berani memberikan pembiayaan berbasis Kekayaan Intelektual (KI). Keputusan monumental ini diambil setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyetujui alokasi dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis KI sebesar Rp10 triliun. Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Koordinasi Komite Nasional yang digelar pada Senin, 17 November 2025.

Related Post
Langkah ini menjadi angin segar bagi para inovator dan pemilik KI di tanah air. Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menyatakan bahwa koordinasi lintas kementerian dan lembaga telah dilakukan secara intensif untuk mewujudkan skema pembiayaan inovatif ini. Diharapkan, para pemilik KI dapat segera mengakses pembiayaan yang lebih luas, baik melalui skema KUR maupun fasilitas non-KUR yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2022.

Selama ini, kebutuhan pendanaan untuk riset dan pengembangan inovasi, terutama dari perguruan tinggi dan lembaga penelitian yang menghasilkan produk berbasis KI, seringkali terbentur masalah keterbatasan modal. Dengan adanya skema pembiayaan berbasis KI ini, diharapkan kendala tersebut dapat teratasi, sehingga mendorong lahirnya lebih banyak inovasi dan produk kreatif yang berdaya saing tinggi.
"Langkah awal sudah kami lakukan bersama BRI, dan kami juga memohon kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar pembiayaan baik yang bank maupun non-bank bisa melaksanakan kebijakan kredit pemerintah setelah adanya lembaga penilai kekayaan intelektual," jelas Supratman pada 17 November 2025, di Kuningan, Jakarta Selatan. Pernyataan ini mengindikasikan kesiapan pemerintah untuk menggandeng berbagai pihak dalam menyukseskan program pembiayaan berbasis KI ini.
Langkah berani pemerintah ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia. Dengan menjadikan KI sebagai aset yang bernilai ekonomis, diharapkan akan semakin banyak inovasi dan kreasi yang lahir, sehingga mampu meningkatkan daya saing bangsa di kancah global.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar