55 NEWS – Bursa Efek Indonesia (BEI) secara agresif tengah memfokuskan diri pada penguatan kapasitas investor sebagai pilar fundamental untuk memastikan setiap keputusan investasi didasari oleh analisis yang terukur dan rasional. Langkah strategis ini, yang telah menjadi praktik umum di berbagai otoritas bursa kelas dunia, diharapkan mampu mengangkat standar pasar modal Tanah Air ke level yang lebih tinggi. Pjs. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menegaskan komitmen tersebut dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan di gedung BEI, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Related Post
Jeffrey mengungkapkan bahwa BEI sedang merancang sebuah program ambisius yang dinamakan "Value Up". "Program ini bukan hal baru, telah sukses diimplementasikan oleh bursa-bursa lain. Sebagai contoh, Bursa Singapura bahkan mengalokasikan dana fantastis sebesar 5 miliar dolar AS, salah satunya untuk inisiatif serupa. Kami kini tengah merampungkan detail program ‘Value Up’ ini untuk secara signifikan meningkatkan kapasitas dan daya saing perusahaan tercatat kami di mata investor," jelas Jeffrey, menggarisbawahi pentingnya adaptasi terhadap praktik terbaik global.

Dalam upaya memperluas jangkauan dan kualitas, Jeffrey menambahkan bahwa pihaknya aktif menjalin komunikasi dengan berbagai entitas, termasuk lembaga internasional. Ia menyoroti pertemuannya dengan Presiden Bloomberg. "Kami sedang menjajaki kolaborasi dengan Bloomberg untuk bagaimana kita bisa meningkatkan kapabilitas investor relation (IR) dari emiten-emiten kita. Investor global saat ini cenderung mencari investasi berdasarkan sektor, bukan lagi hanya berdasarkan negara. Tentu kami berharap, ketika mereka mencari sektor tertentu, emiten-emiten Indonesia dapat muncul sebagai pilihan utama. Ini membutuhkan fungsi IR yang sangat mumpuni," urainya. Peningkatan pengetahuan investor tentang dinamika pasar saham Indonesia diharapkan dapat berujung pada peningkatan agregat kapitalisasi pasar dan secara bertahap menekan praktik pengkondisian harga yang merugikan.
Sebelumnya, BEI bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) telah mengambil langkah progresif dengan menaikkan standar transparansi pasar modal. Hal ini diwujudkan melalui penerbitan informasi kepemilikan saham perusahaan tercatat di atas 1 persen. Kebijakan ini, yang merupakan implementasi dari Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 1/KDK.04/2026, bertujuan untuk memperkuat Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG) serta memberikan perlindungan ekstra bagi para investor. Data kepemilikan saham, yang sebelumnya lebih terbatas, kini akan dipublikasikan secara rutin setiap bulan melalui situs resmi 55tv.co.id.
"Penguatan kualitas data pasar adalah bagian integral dari komitmen jangka panjang kami untuk membangun pasar modal Indonesia yang kredibel dan terpercaya," tegas Jeffrey. Dengan peningkatan keterbukaan informasi ini, diharapkan kepercayaan, integritas, dan kredibilitas pasar modal nasional akan semakin kokoh di mata investor domestik maupun internasional, mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar