55 NEWS – Jakarta – Kabar gembira datang dari sektor ketenagakerjaan nasional yang patut disimak oleh para calon profesional muda. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) secara resmi mengumumkan penyesuaian uang saku bagi para peserta Program Pemagangan Nasional (Maganghub). Kebijakan strategis ini diambil seiring dengan proyeksi kenaikan Upah Minimum (UM) yang akan berlaku pada tahun 2026, menandai komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan dan daya tarik program pengembangan sumber daya manusia.

Related Post
Penyesuaian ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan dan kualitas program magang sebagai jembatan penting menuju dunia kerja profesional. Uang saku, yang selama ini berfungsi sebagai dukungan biaya hidup esensial, memastikan peserta dapat fokus sepenuhnya pada pelatihan dan praktik kerja di berbagai perusahaan atau institusi yang berpartisipasi, tanpa terbebani masalah finansial yang berlebihan.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menjelaskan bahwa dengan adanya proyeksi kenaikan UM 2026, besaran uang saku bagi peserta magang secara otomatis akan mengalami peningkatan. Penyesuaian ini akan dilakukan sesuai dengan ketentuan dan regulasi upah minimum yang berlaku di masing-masing wilayah, memastikan keadilan dan relevansi dengan kondisi ekonomi lokal.
"Alhamdulillah, karena Upah Minimum 2026 ini mengalami kenaikan, maka uang saku peserta pemagangan juga secara otomatis akan disesuaikan naik," ujar Menteri Yassierli dalam keterangan resminya yang diterima 55tv.co.id. Pernyataan ini menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan langkah proaktif pemerintah dalam merespons dinamika ekonomi dan memastikan bahwa peserta magang tidak tertinggal dalam perbaikan standar hidup.
Kebijakan ini diharapkan tidak hanya meringankan beban finansial peserta, tetapi juga menjadi stimulus positif bagi minat generasi muda untuk mengikuti program pemagangan. Dengan dukungan finansial yang lebih memadai, kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan dari program Maganghub diharapkan semakin meningkat, siap bersaing di pasar tenaga kerja yang semakin kompetitif. Ini juga menunjukkan komitmen Kemnaker dalam menginvestasikan pada pengembangan kapasitas angkatan kerja masa depan Indonesia, sekaligus memperkuat ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif dan berkeadilan.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar