55 NEWS – Pasar komoditas domestik dikejutkan dengan lonjakan signifikan harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan Rabu, 21 Januari 2026. Logam mulia ini melesat Rp35.000 per gram, menembus level Rp2.772.000. Kenaikan drastis ini sontak menarik perhatian para investor dan analis ekonomi, memicu spekulasi mengenai faktor pendorong di baliknya serta implikasinya terhadap portofolio investasi.

Related Post
Tak hanya harga jual, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga ikut terkerek naik. Hari ini, PT Antam Tbk menetapkan harga buyback di angka Rp2.612.000 per gram. Informasi ini, seperti dikutip dari laman resmi Logam Mulia, menunjukkan dinamika pasar yang sangat aktif dan responsif terhadap sentimen terkini.

Kenaikan harga emas yang cukup agresif ini seringkali menjadi indikator kuat sentimen pasar terhadap ketidakpastian ekonomi global dan domestik. Para analis dari 55tv.co.id mengamati bahwa lonjakan ini bisa jadi dipicu oleh beberapa faktor fundamental, termasuk kekhawatiran inflasi yang terus membayangi, pelemahan nilai tukar mata uang utama, atau bahkan antisipasi kebijakan moneter bank sentral yang cenderung akomodatif. Emas, sebagai aset lindung nilai (safe haven) yang telah teruji, menjadi pilihan utama investor saat volatilitas pasar meningkat, mencari perlindungan dari gejolak ekonomi dan erosi daya beli.
Penting bagi investor untuk memahami implikasi pajak dalam setiap transaksi emas. Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 34/PMK.10/2017, setiap transaksi penjualan emas dikenakan potongan pajak, berlaku untuk semua jenis gramasi mulai dari 1 gram hingga 1.000 gram (1 kilogram). Lebih lanjut, untuk penjualan kembali emas batangan kepada PT Antam Tbk dengan nominal di atas Rp10 juta, berlaku Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22. Bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dikenakan tarif 1,5 persen, sementara non-NPWP dikenakan 3 persen. Potongan PPh 22 ini akan langsung dipotong dari total nilai buyback, memastikan transparansi dan kepatuhan dalam setiap transaksi.
Dengan tren kenaikan yang cukup signifikan ini, keputusan untuk membeli atau menjual emas menjadi krusial bagi investor. Disarankan untuk terus memantau pergerakan harga emas global dan domestik, serta memahami konteks ekonomi makro yang melatarinya. Emas tetap menjadi instrumen investasi yang menarik sebagai diversifikasi portofolio, namun timing dan strategi yang tepat sangat diperlukan untuk memaksimalkan potensi keuntungan di tengah dinamika pasar yang fluktuatif.
Editor: Akbar soaks




Tinggalkan komentar