TERUNGKAP! Jasa Marga Resmi Hentikan One Way Nasional Mudik Lebaran 2026: Apakah Puncak Arus Sudah Terlewati? Ini Analisis Dampak Ekonomi Transportasi!

TERUNGKAP! Jasa Marga Resmi Hentikan One Way Nasional Mudik Lebaran 2026: Apakah Puncak Arus Sudah Terlewati? Ini Analisis Dampak Ekonomi Transportasi!

55 NEWS – PT Jasa Marga (Persero) Tbk secara resmi mengakhiri implementasi rekayasa lalu lintas satu arah (one way) nasional yang diterapkan selama periode arus mudik Lebaran 2026. Keputusan strategis ini diambil pada pukul 14.22 WIB, menyusul diskresi dari pihak kepolisian, setelah memantau kondisi lalu lintas yang menunjukkan normalisasi signifikan di berbagai ruas tol utama.

COLLABMEDIANET

Skema one way berskala nasional ini sebelumnya telah diaktifkan sejak 18 Maret 2026, tepatnya pukul 13.25 WIB. Implementasinya membentang dari KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama hingga KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung, mencakup ruas Tol Batang–Semarang. Langkah ini dirancang khusus untuk memecah konsentrasi dan mengurai lonjakan volume kendaraan pemudik yang bergerak masif menuju wilayah timur Pulau Jawa, sebuah upaya krusial dalam menjaga kelancaran distribusi logistik dan mobilitas ekonomi selama musim libur.

TERUNGKAP! Jasa Marga Resmi Hentikan One Way Nasional Mudik Lebaran 2026: Apakah Puncak Arus Sudah Terlewati? Ini Analisis Dampak Ekonomi Transportasi!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Tak hanya itu, rekayasa lalu lintas contraflow di ruas Tol Jakarta–Cikampek juga telah lebih awal diakhiri. Skema ini, yang sebelumnya diberlakukan dari KM 36 hingga KM 70 arah Cikampek sejak 17 Maret 2026, berfungsi sebagai upaya antisipasi terhadap potensi penumpukan kendaraan yang berimplikasi pada efisiensi waktu perjalanan dan biaya operasional.

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, dalam keterangannya kepada 55tv.co.id, mengutarakan penghargaan tinggi kepada seluruh pengguna jalan atas kerja sama dan pengertian mereka selama periode arus mudik Lebaran tahun ini. Menurut Rivan, kelancaran arus yang terpantau merupakan buah dari disiplin dan kepatuhan pengguna jalan terhadap regulasi serta arahan petugas di lapangan, sebuah faktor krusial dalam manajemen lalu lintas dan keberhasilan operasional jalan tol.

Lebih lanjut, Rivan mengingatkan kembali kepada masyarakat yang masih dalam perjalanan atau akan melakukan perjalanan selama sisa periode libur Idulfitri untuk merancang perjalanan secara matang. Pengguna jalan ditekankan untuk memastikan kesiapan kendaraan dan kondisi fisik pengemudi berada dalam performa optimal, serta mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas istirahat di rest area. Tak kalah penting, ia juga meminta pengguna jalan memastikan ketersediaan bahan bakar dan saldo uang elektronik yang memadai sebelum memasuki gerbang tol, serta senantiasa mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan demi terwujudnya keselamatan kolektif dan efisiensi perjalanan.

Penghentian skema one way ini mengindikasikan bahwa puncak arus mudik Lebaran 2026, setidaknya untuk pergerakan ke arah timur, telah terlewati dengan relatif lancar. Hal ini memberikan sinyal positif bagi sektor transportasi dan logistik, menunjukkan bahwa infrastruktur jalan tol mampu mengakomodasi lonjakan permintaan secara efektif, sekaligus meminimalkan potensi kerugian ekonomi akibat kemacetan parah.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar