55 NEWS – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat rekor fantastis dalam penghimpunan dana melalui penerbitan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk (EBUS). Hingga pertengahan Agustus 2025, tepatnya tanggal 15, total dana yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp132,2 triliun. Angka ini berasal dari 116 emisi yang diterbitkan oleh 65 korporasi.

Related Post
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengungkapkan bahwa minat korporasi terhadap pendanaan melalui pasar obligasi masih sangat tinggi. Hal ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek pertumbuhan ekonomi dan kinerja perusahaan-perusahaan di Indonesia.

"Sampai 15 Agustus, telah diterbitkan 116 emisi dari 65 penerbit EBUS dengan dana yang dihimpun sebesar Rp132,2 triliun," ujar Nyoman kepada wartawan pasar modal, Senin (18/8/2025).
Lebih lanjut, Nyoman menjelaskan bahwa hingga saat ini masih ada 15 emisi dari 12 penerbit EBUS yang sedang dalam antrean (pipeline). Menariknya, mayoritas perusahaan yang antre menerbitkan obligasi berasal dari sektor keuangan, mendominasi dengan 7 perusahaan. Hal ini mengindikasikan bahwa sektor keuangan masih membutuhkan pendanaan besar untuk ekspansi dan mendukung pertumbuhan kredit.
Fenomena ini menjadi sinyal positif bagi pasar modal Indonesia. Penerbitan obligasi korporasi tidak hanya memberikan alternatif pendanaan bagi perusahaan, tetapi juga membuka peluang investasi yang menarik bagi investor. Dengan imbal hasil yang kompetitif, obligasi korporasi menjadi pilihan yang menarik di tengah kondisi pasar yang dinamis. Informasi lebih lanjut bisa diakses melalui 55tv.co.id.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar