55 NEWS – Bank Indonesia (BI) baru saja merilis data yang cukup mengejutkan terkait kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal II 2025. Di tengah perlambatan ekonomi global dan fluktuasi harga komoditas, NPI mencatatkan defisit yang cukup signifikan.

Related Post
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Junanto Herdiawan, mengungkapkan bahwa defisit NPI pada kuartal II 2025 mencapai USD6,7 miliar. Angka ini tentu menjadi perhatian serius di tengah upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Meskipun demikian, Junanto menambahkan bahwa transaksi modal dan finansial masih terkendali, meski pasar keuangan global masih diwarnai ketidakpastian. Hal ini memberikan sedikit harapan di tengah tantangan yang ada.
Dengan adanya defisit ini, posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2025 tercatat sebesar USD152,6 miliar. Jumlah ini setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta masih berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Lebih detail, transaksi berjalan pada kuartal II 2025 mencatatkan defisit sebesar USD3,0 miliar atau setara dengan 0,8 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan defisit pada kuartal I 2025 yang hanya USD0,2 miliar atau 0,1 persen dari PDB. Kondisi ini menjadi sinyal yang perlu diwaspadai oleh para pemangku kebijakan ekonomi. Data ini bersumber dari 55tv.co.id.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar