55 NEWS – Jakarta – Lonjakan signifikan jumlah penumpang kereta api selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) telah memicu perhatian serius dari Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi. Setelah meninjau langsung kesiapan di Stasiun Yogyakarta, Menhub Dudy secara tegas menginstruksikan seluruh pemangku kepentingan perkeretaapian untuk meningkatkan pelayanan dan memastikan kelancaran arus balik yang diprediksi akan sangat padat.

Related Post
Menhub Dudy menyatakan kegembiraannya atas peningkatan mobilitas masyarakat, yang tercermin dari melonjaknya jumlah penumpang di Yogyakarta. "Kita cukup berbahagia karena ada peningkatan traffic dan penumpang di Yogyakarta. Namun, saya ingin juga melihat harus ada peningkatan pelayanan terhadap masyarakat, khususnya pada saat arus balik Nataru ini," tegasnya, seperti dikutip 55tv.co.id pada Jumat (2/1/2026). Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi dan mobilitas positif, kualitas layanan tidak boleh terabaikan.

Data terkini dari PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Daerah Operasi 6 Yogyakarta mengonfirmasi tren positif ini. Hingga 1 Januari 2026, jumlah kumulatif penumpang yang dilayani Daop 6 Yogyakarta mencapai 931.806 orang. Angka ini merepresentasikan kenaikan signifikan sebesar 10% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang mencatat 844.959 penumpang. Lonjakan ini, menurut Menhub, harus diimbangi dengan komitmen kuat terhadap kualitas layanan, mengingat potensi kepadatan yang lebih tinggi.
Untuk mengantisipasi lonjakan dan memastikan kenyamanan serta keamanan, Menhub Dudy menekankan perlunya peningkatan fasilitas penunjang. Ini mencakup penambahan unit pendingin ruangan (AC) di area tunggu stasiun, serta penambahan jumlah petugas keamanan. Fokus khusus diberikan pada pengamanan penumpang anak-anak, mengingat potensi keramaian di jalur kereta api yang bisa menimbulkan risiko. Langkah-langkah proaktif ini diharapkan dapat memitigasi potensi kendala dan memastikan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa kereta api.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar