55 NEWS – JAKARTA – Kabar gembira datang dari sektor energi nasional. PT Pertamina (Persero) dilaporkan telah memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap capaian lifting minyak nasional sepanjang tahun 2025. Data terbaru menunjukkan, lifting minyak berhasil melampaui target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025, yakni sebesar 605.000 barel per hari (bph).

Related Post
Menanggapi pencapaian ini, pakar ekonomi dan bisnis dari Universitas Airlangga, Imron Mawardi, memberikan apresiasi tinggi. Berbicara di Jakarta pada Selasa (13/1/2026), Imron menegaskan, “Kontribusi Pertamina sangat vital dalam membantu kita mencapai target yang termaktub dalam APBN.”

Imron Mawardi, merujuk pada data yang dirilis oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), membenarkan dominasi Pertamina. Menurutnya, peran raksasa energi pelat merah ini memang tak terbantahkan. Bukan hanya menguasai mayoritas produksi minyak domestik, bahkan enam entitas yang menjadi kontributor terbesar dalam lifting minyak nasional adalah anak perusahaan langsung dari Pertamina.
Deretan anak perusahaan yang menjadi tulang punggung capaian ini meliputi PT Pertamina EP Cepu, yang bersama ExxonMobil Cepu Limited, mengelola Blok Cepu sebagai produsen minyak terbesar di Indonesia. Selain itu, ada PT Pertamina Hulu Rokan, PT Pertamina EP, PT Pertamina Hulu Energi ONWJ, PT Pertamina Hulu Mahakam, dan PT Pertamina Hulu Energi OSES yang turut menyumbang volume signifikan.
Meskipun mengakui besarnya penguasaan produksi minyak domestik oleh Pertamina saat ini sudah berada di jalur yang tepat, Imron Mawardi menekankan pentingnya peningkatan kontribusi di sektor hulu. “Saya sangat berharap ke depan Pertamina dapat lebih menggenjot kontribusinya di sisi hulu. Harapan kita kini benar-benar tertumpu pada Pertamina,” ujarnya, seperti dikutip 55tv.co.id.
Lebih lanjut, Imron mendesak Pertamina untuk tidak berpuas diri dan terus memacu kinerja. Peningkatan lifting yang berkelanjutan, menurutnya, adalah kunci untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Dengan demikian, langkah ini diharapkan mampu menekan angka impor minyak mentah yang saat ini masih mencapai sekitar satu juta barel per hari untuk memenuhi kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) domestik.
Imron menutup pernyataannya dengan harapan besar: “Kami tetap berharap Pertamina dapat terus meningkatkan produktivitas sumur-sumur eksistingnya, sekaligus agresif dalam mengembangkan eksplorasi sumur-sumur baru. Dengan upaya ini, kita optimis importasi minyak kita akan terus menunjukkan tren penurunan.”
Editor: Akbar soaks


Tinggalkan komentar