Terungkap! Proyek Kilat di Aceh Ini Siap Ubah Nasib Ratusan KK Sebelum Ramadan, Menteri Dody Bongkar Detailnya!

Terungkap! Proyek Kilat di Aceh Ini Siap Ubah Nasib Ratusan KK Sebelum Ramadan, Menteri Dody Bongkar Detailnya!

55 NEWS – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, telah menetapkan target ambisius untuk penyelesaian pembangunan hunian sementara (huntara) berkonsep modular bagi keluarga terdampak bencana di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. Proyek vital ini diharapkan rampung sepenuhnya pada awal bulan suci Ramadan, menandai komitmen pemerintah dalam percepatan pemulihan pasca-bencana.

COLLABMEDIANET

Dalam pernyataan resminya di Jakarta, Sabtu (7/2/2026), Menteri Dody menegaskan bahwa progres konstruksi berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. "Insya Allah, pada minggu pertama Ramadan nanti, seluruh unit untuk 202 Kepala Keluarga (KK) akan selesai total," ujarnya. Ia menambahkan bahwa lahan seluas 3 hektare tersebut tidak hanya difokuskan untuk hunian, namun juga akan dioptimalkan sebagai ruang terbuka hijau, lengkap dengan area bermain, fasilitas ibadah, dan berbagai fasilitas publik esensial lainnya, menciptakan lingkungan yang komprehensif bagi para penghuni.

Terungkap! Proyek Kilat di Aceh Ini Siap Ubah Nasib Ratusan KK Sebelum Ramadan, Menteri Dody Bongkar Detailnya!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Konsep hunian modular di Bener Meriah ini mengadopsi metode konstruksi baja prefabrikasi, menjanjikan kecepatan dan efisiensi dalam pembangunan skala besar. Proyek ini berdiri di atas lahan seluas 30.000 meter persegi atau setara 3 hektare. Secara keseluruhan, total luas bangunan mencapai 4.855 meter persegi, terbagi menjadi 19 blok hunian. Bagian inti hunian mencakup 228 modul dengan total luas 3.672 meter persegi. Selain itu, area non-hunian seluas 2.210 meter persegi didedikasikan untuk fasilitas pendukung vital seperti unit toilet dan selasar, memastikan kenyamanan dan fungsionalitas bagi penghuni.

Dirancang untuk menampung hingga 228 Kepala Keluarga, setiap unit hunian dilengkapi dengan fasilitas sanitasi yang memadai. Rinciannya meliputi 114 unit shower, 114 unit kloset, serta 4 unit fasilitas khusus difabel, menunjukkan perhatian terhadap inklusivitas. Infrastruktur pendukung hunian juga komprehensif, mencakup pasokan air bersih dari sumur bor, sistem pengolahan air kotor menggunakan biotank yang ramah lingkungan, serta jaminan pasokan listrik stabil dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Inisiatif ini menegaskan keseriusan pemerintah dalam menyediakan solusi hunian yang layak dan berkelanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar