55 NEWS – Setelah satu dekade lamanya hanya menjadi wacana, proyek strategis pembangunan pipa gas West Natuna Transportation System (WNTS)-Pulau Pemping akhirnya memasuki babak baru yang krusial. PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) secara resmi mengumumkan dimulainya akses penyambungan pipa gas dari Wilayah Kerja Natuna. Langkah ini diproyeksikan akan menjadi tulang punggung penguatan pasokan gas domestik, vital bagi keandalan sistem kelistrikan nasional, khususnya di wilayah Batam dan Sumatra bagian Tengah.

Related Post
Kepastian realisasi proyek infrastruktur energi yang telah lama dinanti ini muncul setelah penandatanganan kesepakatan penting, yakni Tie-in Agreement (TIA), yang secara definitif membuka jalan bagi pembangunan fisik infrastruktur vital tersebut.

Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto, menegaskan bahwa penyelesaian TIA merupakan tonggak sejarah yang krusial. "Kesepakatan ini tidak hanya membuka pintu bagi dimulainya pembangunan fisik pipa gas WNTS-Pemping, tetapi juga mengukuhkan kesiapan PLN EPI dalam menyerap gas domestik dari Natuna, sebuah langkah fundamental untuk masa depan energi kita," ujar Dewanto.
Dewanto menambahkan, dengan adanya TIA, PLN EPI kini memiliki kepastian akses untuk mengintegrasikan pipa WNTS-Pemping ke ruas pipa WNTS yang sudah ada. "Proses konstruksi fisik diperkirakan akan dimulai pada awal Februari 2026, menandai dimulainya era baru bagi pasokan gas domestik," jelasnya dalam keterangan pers yang diterima 55tv.co.id di Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Proyek pipa WNTS-Pemping bukanlah inisiatif biasa, melainkan sebuah penugasan langsung dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kepada PLN EPI. Untuk memastikan kelancaran eksekusi, PLN EPI telah menuntaskan berbagai persiapan esensial, mulai dari pengadaan long lead items, penunjukan kontraktor Engineering, Procurement, and Construction (EPC), hingga perolehan Izin Lingkungan yang diperlukan.
"Kesepakatan ini adalah kunci untuk mewujudkan mimpi yang telah tertunda lebih dari satu dekade: mengalirkan gas dari wilayah kerja Natuna langsung ke pasar domestik," ungkap Rakhmad. Ia menekankan bahwa proyek ini akan secara signifikan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan, khususnya di pusat-pusat pertumbuhan ekonomi seperti Batam dan wilayah Sumatra bagian Tengah.
Lebih lanjut, penyelesaian pipa ini juga terintegrasi dengan rencana pengaliran gas dari wilayah kerja Duyung. Hal ini diperkuat dengan telah ditandatanganinya Perjanjian Jual Beli Gas Bumi (PJBG) antara PLN EPI dan West Natuna Exploration Limited pada 11 Juli 2025, yang menjamin pasokan hingga 111 BBTUD selama 11 tahun. Sinergi ini akan memperkuat diversifikasi sumber pasokan gas nasional.
Rakhmad juga menyoroti bahwa kesepakatan TIA ini berhasil menuntaskan pembahasan yang cukup alot dan memakan waktu panjang, terutama terkait klausul tanggung jawab atau liabilities. Terobosan signifikan dicapai dengan perubahan skema tanggung jawab dari unlimited liabilities menjadi limited liabilities, dengan batas maksimum di bawah USD100 juta. Ini menunjukkan adanya kompromi strategis untuk memuluskan proyek.
Direktur Gas dan BBM PLN EPI, Erma Melina Sarahwati, menambahkan bahwa beban premi asuransi akan ditanggung secara proporsional, sebagian oleh PLN EPI dan sebagian lagi oleh WNTS JV Group. "Kami sangat mengapresiasi dukungan penuh dari SKK Migas dan WNTS JV yang telah memungkinkan tercapainya kesepakatan krusial ini," tutup Erma.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar