55tv.co.id – Langit Indonesia akan segera menyaksikan perubahan signifikan dalam dunia penerbangan. Pemerintah tengah menyiapkan langkah besar untuk memperkenalkan bahan bakar pesawat ramah lingkungan, Sustainable Aviation Fuel (SAF), yang merupakan campuran avtur dengan minyak nabati. Target ambisius ini diharapkan mulai berlaku pada tahun 2027.

Related Post
Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan, Sokhib Al Rokhman, mengungkapkan bahwa peta jalan penggunaan SAF telah disusun matang. Pada tahap awal 2027, pesawat akan diwajibkan menggunakan campuran avtur dengan 1 persen minyak nabati. Prioritas utama penerapan ini adalah untuk penerbangan internasional, meskipun ketersediaan pasokan dari PT Pertamina menjadi kunci utama keberhasilan program ini.

Secara teknis, Sokhib menegaskan bahwa mesin pesawat yang beroperasi saat ini sangat kompatibel dengan campuran SAF 1 persen. Uji coba sukses sebelumnya telah dilakukan oleh maskapai Pelita Air untuk rute domestik, yang kemudian menjadi dasar keputusan untuk mengimplementasikan kebijakan ini secara nasional. Rencananya, pasokan SAF akan tersedia di dua gerbang udara internasional utama Indonesia: Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, dan Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali.
Namun, implementasi kebijakan ini tidak lepas dari tantangan. Ketua Umum Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA), Denon Prawiraatmadja, menyoroti bahwa kendala utama bukanlah pada aspek teknis mesin, melainkan pada harga. Bahan bakar SAF diketahui memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan avtur konvensional. Hal ini berpotensi menambah beban operasional bagi industri penerbangan, yang harus mencari cara untuk menyeimbangkan biaya dan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.










Tinggalkan komentar