55 NEWS – Badan Pangan Nasional (Bapanas) tengah mengarahkan pembangunan pangan nasional menuju kemandirian dan kedaulatan, dengan mengoptimalkan potensi pangan lokal di seluruh pelosok negeri. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh warga negara memiliki akses terhadap pangan yang Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA).

Related Post
Bapanas melakukan konsolidasi melalui pengembangan Desa B2SA, sebuah program yang mengintegrasikan edukasi, pemberdayaan masyarakat, serta pemanfaatan sumber daya pangan yang tersedia di masing-masing wilayah.

"Bapanas mengonsolidasikan melalui pengembangan Desa B2SA yang memadukan edukasi, pemberdayaan warga, serta pemanfaatan potensi pangan di wilayah masing-masing," jelas Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/11/2025).
Implementasi Desa B2SA didukung oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk memperkuat Kawasan Produksi Pangan Nasional (KPPN). Sebanyak 809 penerima manfaat dari Tim Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Kelompok Wanita Tani (KWT) telah dipilih untuk berpartisipasi dalam upaya penguatan pangan lokal ini.
Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Bapanas, Rinna Syawal, menegaskan bahwa program ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, yang menempatkan swasembada dan diversifikasi konsumsi sebagai salah satu prioritas nasional. Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 81 Tahun 2024 juga mengarahkan percepatan penganekaragaman berbasis sumber daya lokal sebagai instrumen reformasi pangan yang komprehensif. Dengan demikian, Bapanas optimis bahwa potensi pangan lokal dapat menjadi kunci untuk mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan Indonesia.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar