55 NEWS – Pulau Dewata, Bali, kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat fondasi ekonomi pariwisata berkelanjutan. Melalui aksi bersih-bersih pantai berskala besar, lebih dari 2,25 ton sampah berhasil diangkut, sebuah langkah signifikan yang tak hanya memperindah destinasi, namun juga berpotensi mereduksi emisi karbon hingga 0,87 ton CO₂e. Inisiatif ini menegaskan posisi Bali sebagai pionir pariwisata hijau yang siap bersaing di kancah global, sekaligus menjadi strategi jitu untuk menjaga daya tarik investasi di sektor pariwisata.

Related Post
Fokus utama kegiatan ini menyasar Pantai Kelan, sebuah permata tersembunyi sekitar lima kilometer di selatan landasan pacu Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Pantai ini bukan sekadar lokasi menikmati panorama matahari terbenam dengan latar pesawat yang lepas landas dan mendarat, melainkan juga pusat kuliner seafood dan kafe yang ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. Dengan kontribusi Bali yang mencapai 16,33 juta pergerakan wisatawan mancanegara sepanjang tahun 2025, menjaga kebersihan dan kelestarian destinasi seperti Pantai Kelan adalah investasi krusial bagi keberlanjutan sektor pariwisata dan ekonomi daerah.

Aksi Beach Clean Up ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan manifestasi dari strategi pengelolaan pariwisata berkelanjutan yang komprehensif, dari hulu hingga ke hilir. Pelestarian lingkungan dianggap sebagai pilar utama untuk memastikan daya tarik Bali tetap prima di mata dunia, sekaligus menjamin aliran devisa dan penciptaan lapangan kerja yang stabil. Herdy Harman, Direktur SDM dan Digital InJourney, menekankan pentingnya sinergi. "Melalui semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, setiap elemen mulai dari pemerintah, pelaku industri, komunitas, hingga masyarakat memiliki peran penting dalam menghadirkan solusi berkelanjutan," ujarnya, seperti dikutip dari 55tv.co.id pada Minggu (22/2/2026).
Inisiatif semacam ini tidak hanya membersihkan lingkungan secara fisik, tetapi juga mengirimkan pesan kuat kepada pasar global tentang keseriusan Bali dalam mengelola aset alamnya sebagai modal utama pariwisata. Dengan demikian, Pulau Dewata tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga komitmen terhadap masa depan yang lebih hijau dan ekonomi yang lebih tangguh, menjadikannya contoh bagi destinasi lain dalam merangkul pariwisata berkelanjutan sebagai mesin pertumbuhan ekonomi.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar