55 NEWS – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memimpin langsung upaya strategis pemerintah dalam memacu perputaran ekonomi nasional menjelang pergantian tahun. Dengan target ambisius mencapai Rp110 triliun dalam belanja masyarakat hingga awal Januari 2026, pemerintah optimis daya beli domestik akan menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika global.

Related Post
Kunjungan Menko Airlangga ke Pondok Indah Mall 1, Jakarta, pada Jumat (26/12/2025), bukan sekadar inspeksi biasa. Ditemani oleh Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana, dan Menteri Perdagangan Budi Santoso, peninjauan ini menekankan sinergi lintas kementerian dalam memastikan kesiapan fasilitas Work From Anywhere (WFA) sekaligus mengamati geliat promo belanja akhir tahun. Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi peningkatan konsumsi dan aktivitas ekonomi.

Target perputaran belanja sebesar Rp110 triliun tersebut ditopang oleh berbagai inisiatif. Selain promo-promo menarik yang digencarkan para pelaku usaha, program "Belanja di Indonesia Saja (BINA)" menjadi andalan dengan proyeksi transaksi mencapai Rp30 triliun. Program BINA secara spesifik dirancang untuk mendorong preferensi masyarakat terhadap produk dan jasa lokal, memberikan stimulus signifikan bagi industri dalam negeri dan memperkuat fondasi ekonomi domestik.
Sinergi ini tidak hanya berfokus pada belanja, namun juga pada sektor pariwisata. Sepanjang tahun 2025, Indonesia berhasil menarik 15,3 juta kunjungan wisatawan mancanegara, termasuk peningkatan signifikan dari wisatawan Malaysia yang gemar berbelanja. Data ini menunjukkan potensi besar sektor pariwisata sebagai penopang ekonomi. Pemerintah secara tegas menyatakan bahwa penguatan daya beli masyarakat di penghujung tahun adalah elemen krusial untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional menuju tahun 2026, sekaligus memberikan sinyal positif bagi investor dan pelaku usaha.
Di tengah euforia belanja dan optimisme ekonomi, pemerintah juga tidak melupakan aspek kemanusiaan. Menko Airlangga menyerukan agar masyarakat tetap menunjukkan kepedulian dan solidaritas terhadap daerah-daerah yang terdampak bencana di Sumatera. Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap sesama.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar