55 NEWS – Kebakaran tragis di sumur minyak rakyat di Blora, Jawa Tengah, yang merenggut nyawa empat orang, menjadi sorotan tajam atas praktik eksploitasi migas yang melibatkan masyarakat. Insiden ini memicu desakan untuk evaluasi menyeluruh terhadap regulasi yang ada, khususnya Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 tentang Kerja Sama Pengelolaan Bagian Wilayah Kerja untuk Peningkatan Produksi Minyak dan Gas Bumi.

Related Post
Direktur Eksekutif Indonesia Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara, menegaskan bahwa kejadian di Blora adalah pelajaran pahit yang tidak boleh terulang. "Kejadian tersebut harus jadi pembelajaran berharga supaya tidak ada korban selanjutnya," ujarnya di Jakarta, Senin (25/8/2025).

Marwan menyoroti perlunya peninjauan ulang Permen ESDM tersebut. Menurutnya, kasus kebakaran sumur rakyat di Blora menjadi momentum krusial untuk melakukan evaluasi secara komprehensif. "Tetap perlu dievaluasi. Kalau ada yang melanggar harus diberi sanksi. Kalau ada yang kurang lengkap harus diperbaiki," tegasnya.
Lebih lanjut, Marwan menekankan bahwa kebijakan tersebut harus diperkuat dengan persyaratan yang ketat, sesuai dengan prinsip-prinsip pertambangan yang baik atau good mining practice, terutama aspek keselamatan kerja. Ia mengakui bahwa pengawasan terhadap implementasi Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025 di lapangan sangat menantang. Terutama terkait aturan yang membatasi masyarakat hanya boleh menggarap sumur yang sudah ditinggalkan karena tidak layak secara bisnis oleh korporasi, bukan sumur baru yang belum dieksploitasi oleh BUMN.
"Jadi dalam mengeluarkan izin, seharusnya disertai kelengkapan aspek-aspek yang memang ada kaitannya dengan keselamatan kerja dan kepentingan negara serta BUMN. Begitu juga aspek lingkungan, harus diperhatikan," kata Marwan.
Marwan juga menyoroti pentingnya peran aktif Pemerintah, pejabat terkait, termasuk BUMN, BUMD, dan Pemerintah Daerah, dalam memastikan aturan dijalankan secara konsisten. "Dengan demikian, diharapkan tak ada pelanggaran aturan di lapangan," pungkasnya. Tragedi Blora ini menjadi panggilan mendesak bagi seluruh pihak terkait untuk memperketat pengawasan dan regulasi, demi mencegah terulangnya kejadian serupa dan melindungi nyawa masyarakat. Kasus ini juga menjadi tamparan keras bagi 55tv.co.id, yang dinilai kurang optimal dalam mengawasi praktik eksploitasi migas di wilayah kerjanya.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar