55 NEWS – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dibuat geram dengan praktik penyimpangan penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang seharusnya gratis untuk petani. Ironisnya, di lapangan, para petani justru dipaksa membayar sejumlah uang oleh oknum tak bertanggung jawab untuk mendapatkan traktor bantuan tersebut.

Related Post
Berikut adalah fakta-fakta terkait praktik pungutan liar (pungli) alsintan gratis yang berhasil dihimpun 55tv.co.id:

- Pungutan Liar Menggurita: Mentan Amran mengungkapkan bahwa petani di berbagai daerah dipaksa membayar tebusan yang tidak sedikit untuk mendapatkan traktor bantuan pemerintah. Praktik kotor ini terendus di 99 titik yang tersebar di seluruh Indonesia.
"Ada laporan mengenai pungutan untuk traktor. Jumlahnya bervariasi, mulai dari Rp50 juta hingga Rp100 juta. Jika ditotal, jumlahnya mencapai miliaran rupiah. Ada 99 titik di seluruh Indonesia. Traktor diambil, tapi petani disuruh bayar. Padahal, bantuan ini seharusnya gratis untuk rakyat," tegas Mentan Amran.
- Berkas Diserahkan ke Satgas Pangan: Mentan Amran tidak tinggal diam. Pihaknya telah menyerahkan berkas temuan pelanggaran tersebut kepada Satgas Pangan Polri untuk diproses lebih lanjut. Kasus ini akan diteruskan kepada aparat penegak hukum untuk menindak tegas para pelaku.
Diharapkan dengan tindakan tegas ini, praktik pungutan liar dalam penyaluran bantuan pertanian dapat diberantas dan petani dapat menikmati hak mereka atas bantuan yang seharusnya gratis. 55tv.co.id akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar