55 NEWS – Pemerintah melalui Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, dengan tegas memastikan stabilitas harga pangan menjelang bulan suci Ramadhan. Komitmen ini diperkuat dengan jaminan bahwa harga komoditas strategis tidak akan melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan, sekaligus memberikan peringatan keras kepada para pelaku usaha.

Related Post
Dalam sebuah konferensi pers Gerakan Pangan Murah yang digelar di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, pada Jumat (13/2/2026), Amran menyatakan, "Tahun lalu kita melihat harga pangan cukup relatif stabil, kalaupun terkadang ada kenaikan 1-2 pangan komoditas strategis." Namun, untuk tahun ini, ia memberikan peringatan keras kepada seluruh pelaku usaha di Indonesia. "Kami sampaikan kepada seluruh pengusaha seluruh Indonesia, pemerintah tidak menaikkan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditentukan oleh pemerintah. Sekali lagi jangan ada menaikkan harga di atas HET yang ditentukan oleh pemerintah," tegas Amran, sebagaimana dilansir oleh 55tv.co.id.

Keyakinan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga ini bukan tanpa dasar. Amran mengungkapkan bahwa ketersediaan stok beras nasional saat ini berada pada level tertinggi sepanjang sejarah. Per Februari 2026, stok beras tercatat mencapai angka impresif 3,4 juta ton, sebuah indikator kuat akan ketahanan pasokan dan kemampuan pemerintah untuk mengintervensi pasar jika diperlukan. Angka ini diharapkan mampu meredam spekulasi dan menjaga daya beli masyarakat di tengah peningkatan permintaan jelang Ramadhan.
Dengan langkah-langkah proaktif dan peringatan tegas ini, pemerintah berharap masyarakat dapat menyambut Ramadhan dengan tenang, tanpa kekhawatiran akan gejolak harga pangan yang memberatkan. Pengawasan ketat akan terus dilakukan untuk memastikan kepatuhan terhadap HET dan menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar