Utang RI Melejit Tembus Rp8 Ribu Triliun Ini Faktanya

Utang RI Melejit Tembus Rp8 Ribu Triliun Ini Faktanya

55tv.co.id – Angka utang luar negeri Indonesia kembali mencetak rekor baru pada Mei 2026. Data terbaru menunjukkan total pinjaman dari pihak asing kini menembus angka fantastis 444,4 miliar dolar Amerika Serikat atau setara Rp8.031,6 triliun, dengan kurs Rp18.073 per dolar AS. Kenaikan ini menandai lonjakan 2,1 persen secara tahunan, lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yang hanya 2,0 persen.

COLLABMEDIANET

Bank Indonesia (BI) melalui Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Ramdan Denny Prakoso menjelaskan bahwa peningkatan signifikan ini didorong oleh pertumbuhan utang sektor publik, baik dari pemerintah maupun bank sentral. Kondisi ini terjadi di tengah perlambatan kontraksi utang swasta yang lebih rendah. Pernyataan ini disampaikan di Jakarta pada Rabu 15 Juli 2026.

Utang RI Melejit Tembus Rp8 Ribu Triliun Ini Faktanya
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Secara spesifik, utang pemerintah tercatat stabil di angka 217,3 miliar dolar AS pada Mei 2026. Stabilitas ini terutama berkat masuknya investasi pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional, yang mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia yang terjaga. Pemerintah juga menunjukkan komitmen kuat dengan memenuhi kewajiban pembayaran utang pokok dan bunga tepat waktu.

BI menegaskan, pemerintah mengelola utang luar negeri dengan prinsip kehati-hatian terukur dan fleksibel. Tujuannya adalah memastikan pembiayaan yang efisien dan optimal, serta mendukung program prioritas APBN. Pemanfaatan utang ini dialokasikan untuk sektor-sektor vital seperti Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 22,0 persen Administrasi Pemerintahan Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib 20,6 persen Jasa Pendidikan 16,2 persen Konstruksi 11,5 persen serta Transportasi dan Pergudangan 8,5 persen.

Sementara itu kenaikan utang Bank Indonesia sendiri dipicu oleh peningkatan kepemilikan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) oleh investor non-residen. Langkah ini merupakan bagian dari operasi moneter pro-pasar dan upaya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar