Waspada! BPS Bongkar Pergerakan Harga Beras Februari 2026: Inflasi Pangan Makin Nyata, Ini Dampaknya pada Kantong Anda!

Waspada! BPS Bongkar Pergerakan Harga Beras Februari 2026: Inflasi Pangan Makin Nyata, Ini Dampaknya pada Kantong Anda!

55 NEWS – Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) baru-baru ini merilis data mengejutkan mengenai dinamika harga beras sepanjang Februari 2026. Laporan ini menunjukkan pergerakan yang bervariasi di berbagai tingkatan, mulai dari penggilingan, grosir, hingga eceran, memberikan sinyal campuran bagi stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat yang perlu dicermati secara seksama.

COLLABMEDIANET

Ateng Hartono, Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, menjelaskan bahwa secara agregat, rata-rata harga beras di tingkat penggilingan pada Februari 2026 memang menunjukkan penurunan tipis 0,33 persen secara bulanan (month-to-month/mtm). Namun, jika dilihat dari perspektif tahunan (year-on-year/yoy), terjadi kenaikan signifikan sebesar 5,94 persen. Yang menarik perhatian adalah disparitas antar kualitas. Beras premium justru mengalami kenaikan 0,30 persen mtm dan melesat 9,46 persen yoy, sementara beras medium sedikit merosot 0,14 persen mtm namun tetap menunjukkan kenaikan 4,64 persen yoy. "Fenomena ini mengindikasikan adanya tekanan berbeda pada segmen pasar beras, di mana beras kualitas premium cenderung lebih resilien terhadap penurunan harga bulanan," ujar Ateng dalam konferensi pers BPS di Jakarta, Senin (2/3/2026).

Waspada! BPS Bongkar Pergerakan Harga Beras Februari 2026: Inflasi Pangan Makin Nyata, Ini Dampaknya pada Kantong Anda!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Pergerakan harga ini tidak berhenti di penggilingan. Di tingkat grosir, inflasi beras tercatat 0,45 persen mtm dan melonjak 4,98 persen yoy. Dampaknya langsung terasa di tingkat eceran, di mana konsumen menghadapi inflasi beras sebesar 0,43 persen mtm dan 3,61 persen yoy. Angka-angka ini menegaskan bahwa tekanan harga telah merambat sepanjang rantai pasok hingga ke meja makan rumah tangga, membebani pengeluaran sehari-hari.

Ateng menambahkan, data harga beras yang dirilis BPS ini merupakan rata-rata komposit dari berbagai kualitas dan mencakup seluruh wilayah Indonesia, memberikan gambaran makro yang komprehensif. Secara keseluruhan, inflasi bulanan pada Februari 2026 mencapai 0,68 persen dibandingkan Januari 2026, di mana komponen pangan, khususnya beras, menjadi salah satu pendorong utamanya. Ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan pembuat kebijakan untuk menjaga stabilitas harga pangan.

Fluktuasi harga beras, terutama kenaikan pada kualitas premium dan inflasi yang merata di tingkat grosir dan eceran, menggarisbawahi tantangan dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan. Pemerintah, seperti yang kerap disoroti oleh 55tv.co.id, diharapkan terus memantau dan mengambil langkah strategis untuk menstabilkan harga, demi menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan laju inflasi secara keseluruhan.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar